Memelihara ketahanan pangan di perbatasan Natuna

Bisnis18 Dilihat

Natuna –

Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, merupakan wilayah terluar Tanah Air kemudian berada jarak jauh dari ibu kota provinsi.

Untuk menuju ke kabupaten itu membutuhkan waktu dua hari dua waktu malam jikalau menggunakan transportasi laut juga membutuhkan 2-3 jam jikalau menggunakan transportasi udara.

Pendudukan pada pulau didominasi oleh nelayan juga sebagian sebagai pegawai pemerintah, sedangkan petani dalam bawah hitungan 10 persen dari jumlah agregat penduduk yang tersebut belaka sekitar 80 ribu jiwa.

Kebutuhan substansi pokok dalam Natuna, seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam, jagung, minyak tanah, garam, kemudian bahan-bahan lainnya, disuplay dari Pulau Jawa kemudian daerah-daerah penyuplai unsur pokok dalam Indonesia.

Dengan demikian Natuna dapat dibilang belum sanggup swasembada pangan juga masih bergantung dengan wilayah lain.

Apabila di dalam Natuna mengalami cuaca ekstrem, seperti gelombang lebih tinggi kemudian hujan lebat yang mana disertai petir, maka transportasi ke Natuna, seperti kapal, tidaklah akan beroperasi.

Begitu juga dengan transportasi udara. Jika hanya sekali berjalan gelombang tinggi, transportasi udara masih sanggup mengangkut material pangan, namun nilai tukar jual akan naik akibat biaya yang mana dikeluarkan oleh penjual semakin besar juga substansi pangan yang mana dibawa juga terbatas.

Untuk mengatasi hal yang disebutkan eksekutif Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau mengalokasikan anggaran Rp2,8 miliar untuk bantuan pertanian.

Bantuan yang diberikan, meliputi pupuk, bibit cabai, bibit padi, dan juga peralatan perkebunan. Bantuan-bantuan yang disebutkan telah dilakukan diberikan pada tahun 2022, 2023, kemudian berlanjut 2024. Tujuannya agar petani dapat membantu mencukupi keinginan pangan dalam Natuna.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian lalu Bidang Kesehatan Binatang (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau terus melanjutkan kegiatan bantuan bibit cabai juga padi, satu di antaranya pupuk. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi permintaan secara total, namun bantuan yang disebutkan terus diupayakan secara bertahap.

Selain mengalokasikan dana, Pemprov Kepri juga gencar memantau ketersediaan materi pangan di dalam pasar, gudang Bulog, serta toko-toko, melalui perangkat lunak yang dimaksud sudah ada diciptakan. Aplikasi yang disebutkan sangat membantu oleh sebab itu dapat memonitor berapa keperluan lalu ketersediaan komponen pokok dalam setiap area ke Kepri.

Upaya pemkab

Selain Pemprov Kepri, Pemkab Natuna juga berupaya memenuhi produksi padi secara mandiri, salah satunya di dalam Desa Payak, Kecamatan Serasan Timur. Warga di dalam desa itu menginvestasikan padi ke lahan 22 hektare yang tersebut hasilnyua sudah dipanen pada Februari 2024.

Pemkab Natuna juga rutin melakukan pemantauan stok komponen pangan pada pasar, toko lalu gudang Bulog, melalui dinas-dinas pengampu.

Para pegawai dinas pengampu diperintahkan turun segera untuk mendata, yang selanjutnya diserahkan untuk pimpinan mereka. Jika stok unsur pangan kurang, maka Pemkab Natuna melakukan koordinasi dengan para penjual untuk mencukupinya agar tiada terbentuk kelangkaan yang mana mengakibatkan harga jual berubah menjadi tinggi.

Bagi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan juga Usaha Mikro (Disperindagkop-UM) Natuna, kalau harga-harga itu sekitar Rp2.000 atau Rp3.000 masih dinilai wajar, dikarenakan Natuna memang sebenarnya berbeda dengan area lain.

Selain pegawai Pemkab Natuna, pemantauan juga dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan yang tersebut tergabung pada Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Pemantauan diwujudkan apabila memasuki hari besar, seperti menjauhi Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, pergantian tahun, Imlek, Natal, juga hari-hari besar lainnya.

Dalam proses pemantauan materi pokok, para penjual juga kerap diimbau agar tidaklah menimbun barang.

Selain pemantauan, Pemkab Natuna juga menyelenggarakan bazar pangan ekonomis dan juga mengimbau warga untuk bukan boros di berbelanja.

Pimpinan para pemangku kepentingan dalam kabupaten itu juga gencar mengimbau penduduk lalu para bawahan untuk menyetorkan cabai kemudian sayur-sayur dalam perkarangan rumah.

Keterlibatan TNI

Guna mengupayakan inisiatif ketahanan pangan, prajurit TNI pada Daerah Natuna juga terlibat, antara lain dengan menginvestasikan substansi pangan, seperti padi, jagung, hingga sayuran kemudian buah-buahan.

TNI AU, misalnya, merekan memanfaatkan lahan tidur seluas 1,5 hektare untuk menyetorkan bermacam jenis sayuran, hingga buah-buahan.

Proyek menginvestasikan yang disebutkan digagas sejak 2022 untuk membantu mencukupi permintaan pangan rumah tangga para prajurit lalu penduduk sekitar.

Hasil dari kegiatan itu, Komandan Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna Kolonel Pnb Dedy Iskandar menjelaskan bahwa pihaknya sudah pernah memanen timun suri, blewah, terong biru, ubi ungu, cabe rawit.

Sementara prajurit TNI AL memanfaatkan lahan tidur seluas 3,2 hektare untuk menyetorkan padi gogo serta jagung yang mana berjalan sejak awal tahun. Tidak cuma itu, sebelumnya TNI AL juga telah lama menyetorkan sayuran dengan metode hidroponik juga sudah ada berjalan sejak 2020.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Maman Nurachman memandang bahwa pangan merupakan komoditas penting juga strategis mengingat pangan adalah permintaan dasar manusia yang mana harus dipenuhi. Untuk itulah pihaknya sama-sama prajurit bergabung berpartisipasi guna memenuhi keinginan dasar tersebut, bukanlah sebatas sebagai konsumen.

Untuk TNI AD, mereka itu memanfaatkan sembilan hektare lahan tidur untuk menginvestasikan jagung dan juga singkong dalam area itu, sejak tahun 2022. Tidak semata-mata jagung lalu singkong, TNI AD juga menyetorkan cabai serta sayur.


Panen cabai PKK Natuna. (ANTARA/HO-Pemkab Natuna)

PKK Natuna

Tim Penggerak Pemberdayaan lalu Keseimbangan Keluarga (TP PKK) Daerah Natuna, Kepulauan Riau, juga ambil bagian, dengan meningkatkan kekuatan ketahanan pangan area lewat aksi menginvestasikan cabai di pekarangan rumah.

Tidak cuma di dalam rumah, menginvestasikan cabai juga diwujudkan dalam kebun dasawisma. Bibit cabai yang merekan tanam merupakan bantuan dari Bank Indonesi (BI), dengan jumlah agregat 2.000 bibit. Bibit yang dimaksud diberikan pada tahun 2024 serta hasilnya sudah ada dinikmati oleh para kader PKK Natuna.

Dengan menyumbangkan cabai ke rumah, para kader bisa jadi menghemat pengeluaran lalu berkemungkinan membuka prospek bisnis, melalui hasil panen kebun dasawisma.

Inisiatif tanam (gertam) cabai bantuan dari Bank Indonesi itu sudah ada dirasakan manfaatnya, baik dalam tingkat anggota maupun kelompok. Setiap anggota yang digunakan mendapatkan bantuan bibit cabai dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dengan tersedianya cabai dalam halaman rumah.

 

Artikel ini disadur dari Menjaga ketahanan pangan di perbatasan Natuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *