Menkeu bidik perkembangan kegiatan ekonomi 5,5 persen ke 2025

Finansial28 Dilihat

DKI Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membidik peningkatan ekonomi pada rentang 5,1 persen hingga 5,5 persen pada 2025.

“Pertumbuhan perekonomian yang lebih besar tinggi dan juga berkualitas yang pada tahun 2025, diperkirakan berada pada kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen,” kata Sri Mulyani pada Rapat Paripurna DPR tentang Penyampaian pemerintahan terhadap Kerangka Sektor Bisnis Makro juga Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal ke Jakarta, Senin.

Basis proyeksi perkembangan dunia usaha itu ditopang oleh terkendalinya inflasi, kelanjutan juga perluasan pengembangan lebih lanjut sumber daya alam (SDA), pengembangan lapangan usaha kendaraan listrik, dan juga digitalisasi yang tersebut didukung oleh perbaikan iklim pembangunan ekonomi juga kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Laju pertumbuhan ini diharapkan akan berubah menjadi fondasi yang mana kuat untuk perkembangan yang tambahan membesar pada beberapa tahun ke depan,” ujar Menkeu.

Sementara itu, dengan mempertimbangkan risiko lalu ketidakpastian di bursa keuangan global yang digunakan masih tinggi, imbal hasil (yield) SBN Tenor 10 Tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,9 persen hingga 7,3 persen.

Skor tukar rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam diperkirakan berada pada rentang Rp15.300,00-Rp16.000,00.

Sedangkan pemuaian diperkirakan dapat dikendalikan pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Menkeu menambahkan, dengan mencermati tensi geopolitik yang digunakan pada waktu ini masih berlanjut maka harga jual minyak mentah Negara Indonesia diperkirakan sebesar 75-85 dolar Negeri Paman Sam per barel; lifting minyak bumi 580 ribu-601 ribu barel per hari; juga lifting gas 1.004-1.047 ribu barel setara minyak per hari.

Untuk diketahui, KEM-PPKF merupakan dokumen resmi negara yang digunakan menjadi acuan penyusunan Nota keuangan kemudian Rancangan Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (APBN) 2025.

Perancangan APBN 2025 berubah jadi yang mana terakhir pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sementara penyelenggaraan APBN 2025 akan dijalankan oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan juga Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden kemudian perwakilan presiden terpilih.

 

Artikel ini disadur dari Menkeu bidik pertumbuhan ekonomi 5,5 persen di 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *