Menkeu mulai bahas perancangan awal APBN 2025

Finansial80 Dilihat

IDN Bisnis saya bersatu Pak Wamenkeu kemudian jajaran pimpinan eselon I berdiskusi cukup panjang mengenai topik yang mana sangat penting, yaitu Kerangka Perekonomian Makro kemudian Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai mengkaji perancangan awal Anggaran Pendapatan juga Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

Pembahasan yang disebutkan dilaksanakan bersatu Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan juga jajaran pimpinan eselon I Kementerian Keuangan.

“Kemarin siang, saya sama-sama Pak Wamenkeu serta jajaran pimpinan eselon I berdiskusi cukup panjang mengenai topik yang sangat penting, yaitu Kerangka Perekonomian Makro dan juga Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2025,” kata Sri Mulyani di akun Instagram resmi @smindrawati, seperti diambil pada Jakarta, Selasa.

Secara khusus, Menkeu memohonkan agar perancangan APBN kali ini makin dipertajam, sehingga APBN mampu menjawab berbagai kesulitan struktural maupun fundamental. Selain itu juga menjawab harapan-harapan dari rakyat Indonesia.

“APBN akan terus dioptimalkan sebagai instrumen andalan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Indonesia,” ujar Sri Mulyani.

KEM-PPKF merupakan dokumen resmi negara yang dimaksud menjadi acuan penyusunan Nota keuangan serta Rancangan APBN.

Perancangan APBN 2025 menjadi yang terakhir pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sementara pelaksanaan APBN 2025 akan dijalankan oleh pemerintahan berikutnya.

Adapun pada dokumen KEM-PPKF 2024 (Pemutakhiran), proyeksi asumsi makro untuk tahun 2025 ditetapkan pertumbuhan dunia usaha 5,5-6,0 persen, kenaikan harga 1,5-3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp14.900 hingga Rp15.300.

Kemudian, tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 Tahun 6,3-7,5 persen, nilai tukar minyak mentah 70-90 dolar Amerika Serikat per barel, lifting minyak mentah 606-684 ribu barel per hari, juga lifting gas bumi 1,06-1,15 jt barel setara minyak per hari.

Sementara postur makro fiskal pada 2025 ditetapkan pendapatan negara 12,08-12,77 persen terhadap Sistem Domestik Bruto (PDB), belanja negara 14,21-15,22 persen PDB, keseimbangan primer 0,07 persen hingga minus 0,40 persen PDB, lalu defisit 2,13-2,45 persen PDB.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *