Menkeu pastikan KEM-PPKF telah lama berkoordinasi dengan pemerintahan baru

Finansial30 Dilihat

Kami terus berbicara dengan grup maupun orang-orang yang dimaksud ditunjuk oleh Pak Prabowo, sehingga apa yang kita tuangkan bisa jadi sedapat kemungkinan besar memasukkan seluruh aspirasi agar kegiatan kemudian prioritas penyelenggaraan pemerintahan baru kekal bisa saja berjalan tanpa

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan konfirmasi desain fiskal serta asumsi makro yang mana tertuang pada Kerangka Sektor Bisnis Makro serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) telah lama dikoordinasikan dengan pasukan pemerintah berikutnya, yakni Prabowo Subianto kemudian Gibran Rakabuming Raka.

“Kami terus berinteraksi dengan regu maupun orang-orang yang mana ditunjuk oleh Pak Prabowo, sehingga apa yang kita tuangkan bisa saja sedapat mungkin saja memasukkan seluruh aspirasi agar kegiatan juga prioritas pengerjaan pemerintahan baru masih bisa jadi berjalan tanpa harus menanti waktu,” ujar Sri Mulyani pada waktu konferensi pers usai menyampaikan KEM-PPKF terhadap DPR dalam Jakarta, Senin.

Menkeu hari ini menyampaikan KEM-PPKF untuk tahun anggaran 2025 terhadap DPR melalui Rapat Paripurna.

KEM-PPKF kali ini merupakan rancangan transisi, di mana pemerintahan ketika ini mengkaji bersatu DPR untuk dilaksanakan oleh pemerintahan mendatang.

Dalam rancangan KEM-PPKF, defisit Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025 ditargetkan berada pada rentang 2,45-2,82 persen dari Sistem Domestik Bruto (PDB).

Pendapatan negara dipatok pada kisaran 12,14 persen hingga 12,36 persen dari PDB. Sementara belanja negara diperkirakan pada kisaran 14,59 persen hingga 15,18 persen PDB.

Rasio utang akan dikendalikan pada batas terkelola pada kisaran 37,98 hingga 38,71 persen PDB.

Adapun untuk asumsi makro, Kementerian Keuangan membidik perkembangan perekonomian dalam rentang 5,1 persen hingga 5,5 persen pada 2025.

Sementara imbal hasil (yield) SBN Tenor 10 Tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,9 persen hingga 7,3 persen. Skor tukar rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam diperkirakan berada di dalam rentang Rp15.300,00-Rp16.000,00. Sedangkan naiknya harga diperkirakan dapat dikendalikan pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Harga minyak mentah Tanah Air diperkirakan sebesar 75-85 dolar Amerika Serikat per barel; lifting minyak bumi 580 ribu-601 ribu barel per hari; juga lifting gas 1.004-1.047 ribu barel setara minyak per hari.

Angka-angka yang disebutkan masih belum final. Menkeu menjelaskan rancangan KEM-PPKF akan direspons oleh anggota fraksi DPR dan juga dibahas sama-sama Badan Anggaran (Banggar) dengan turut melibatkan Bank Indonesi (BI), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan juga Badan Pusat Statistik (BPS).

 

Artikel ini disadur dari Menkeu pastikan KEM-PPKF telah berkoordinasi dengan pemerintahan baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *