Menkeu waspadai kenaikkan tarif komoditas akibat konflik geopoltik

Bisnis23 Dilihat

Ibukota Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, tensi geopolitik pada Timur Tengah, teristimewa antara negara Israel juga Palestina dapat menyebabkan dampak disrupsi lebih besar sangat jauh terhadap perekonomian global, salah satunya Indonesia.

Ia memaparkan salah satu dampak terhadap harga jual minyak mentah. Minyak mentah Brent tercatat sudah ada mencapai 88 dolar Negeri Paman Sam per barel, meningkat 14,3 persen secara year to date (ytd). Begitu juga dengan West Texas Intermediate (WTI) yang digunakan juga mengalami peningkatan biaya 17,5 persen (ytd) berubah jadi 84,2 persen.

“Kita masih harus waspada pada kemungkinan adanya gangguan jiwa ekonomi, juga mata rantai pasokan, khususnya untuk minyak lalu gas. Karena, status di wilayah yang disebutkan masih sangat dinamis (fluid,)” tutur Sri Mulyani ketika konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani menganggap peningkatan harga jual minyak serta gas dapat berimbas memengaruhi Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara (APBN) hingga mungkin meningkatkan inflasi.

Di samping itu, situasi juga diperparah dengan sinyal bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang menunjukkan masih mempertahankan suku bunga tinggi. Hal itu menandakan berlanjutnya tren  higher for longer.

Hal yang dimaksud disebabkan oleh sebab itu keadaan perekonomian Negeri Paman Sam belum kembali kondusif seperti yang digunakan diharapkan.

“Jerome Powell (Ketua The Fed) menyampaikan, keadaan perekonomian Amerika Serikat masih sangat robust dan tumbuh, kemudian kenaikan harga belum merosot secara signifikan dalam level yang digunakan diharapkan. Ini adalah yang digunakan menyebabkan Federal Reserve menunda penurunan suku bunga,” tuturnya.

Hal yang disebutkan semakin mencerminkan bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga yang sejumlah diprediksi ekonom, bahkan di dalam luar ekspektasi mereka.

“Market tadinya mempunyai harapan, penurunan suku bunga bisa jadi terbentuk 2024 ini secara bertahap. Namun, dengan data terbaru, nampaknya harapan market bukan terpenuhi, dikarenakan Federal System masih akan merawat kebijakan suku bunganya. Mungkin, penurunan baru akan terlihat apabila Negeri Paman Sam telah di status yang tersebut meyakinkan,” tutupnya.

Artikel ini disadur dari Menkeu waspadai kenaikkan harga komoditas akibat konflik geopoltik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *