Menko Luhut bantah pandangan terkait Nusantara tak peduli lingkungan

Bisnis21 Dilihat

Beberapa pendatang asing berpikir kami (Indonesia) tidak ada peduli tentang lingkungan

Denpasar – Menteri Koordinator Lingkup Maritim kemudian Penanaman Modal Luhut Binsar Pandjaitan membantah pandangan asing yang dimaksud menafsirkan Indonesia tiada peduli dengan lingkungan, juga menegaskan bahwa pelaksanaan upacara Segara Kerthi merupakan wujud komitmen Nusantara melindungi alam.

“Beberapa pendatang asing berpikir kami (Indonesia) tidak ada peduli tentang lingkungan,” ujar Luhut pada saat memberi sambutan pada upacara Segara Kerthi yang dimaksud dilakukan ke Bali, Sabtu.

Luhut mengutarakan bahwa penyelenggaraan upacara Segara Kerthi sebagai bagian dari World Water Pertemuan Ke-10 merupakan aksi nyata dari komitmen Negara Indonesia di melindungi alam, khususnya air.

Melalui pelaksanaan upacara tersebut, kata Luhut, planet dapat mengawasi betapa budaya Indonesia, khususnya Bali, memerhatikan lingkungan, peduli dengan inovasi iklim, juga sangat menghargai alam juga makhluk hidup yang mana hidup berdampingan dengan rakyat Bali.

“Jadi, kami memperlihatkan untuk warga luar, tiada cuma berbicara, tetapi juga melalui ritual yang digunakan kalian saksikan ketika ini,” kata beliau ke hadapan para undangan World Water Diskusi yang tersebut berasal dari mancanegara.

Oleh oleh sebab itu tujuan dari upacara yang dilaksanakan, tutur Luhut melanjutkan, warga terus-menerus berupaya untuk merawat alam guna merawat status juga kualitas air.

“Penting bagi penduduk Bali untuk turut merawat sumber mata air,” ujar Luhut.

Upacara Segara Kerthi bertujuan untuk memohon anugerah agar laut sebagai salah satu sumber air itu bersih secara sekala juga niskala (terlihat lalu tak terlihat)

Ritual itu dimulai sekitar pukul 15:00 WITA yang mana dipimpin oleh empat pendatang Sulinggih (pendeta/pemuka agama Hindu).

Selain memuliakan air, upacara keagamaan itu juga dirangkaikan dengan ritual Tumpek Uye atau upacara memuliakan satwa yang dimaksud jatuh pada Hari Sabtu ini sesuai kalender Bali.

Untuk itu, para delegasi rencananya juga diajak melepas 1.000 ekor tukik, 1.000 ekor burung, juga 5 ekor penyu.

Selain itu, di rangkaian upacara yang dimaksud juga dijalankan doa sama-sama kemudian penampilan enam tari sakral Bali yakni Tari Topeng Panasar, Sang Hyang Jaran, Sang Hyang Dedari, Baris Cerkuak, Rejang Putri Maya, juga Tari Topeng Sidikarya.

Artikel ini disadur dari Menko Luhut bantah pandangan terkait Indonesia tak peduli lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *