Menko Luhut bidik Sulteng untuk kembangkan peluang ekspor durian

Market25 Dilihat

Durian ini jangan dianggap enteng. Sekarang kita cari tempatnya, kita lihat ke Sulawesi Tengah ada lahan mampu untuk durian

Jakarta – Menteri Koordinator Lingkup Kemaritiman serta Pengembangan Usaha Luhut Binsar Pandjaitan membidik Sulawesi Tengah untuk mengembangkan kemungkinan ekspor komoditas durian dengan China.

“Durian ini jangan dianggap enteng. Sekarang kita cari tempatnya, kita lihat pada Sulawesi Tengah ada lahan mampu untuk durian,” ujar Luhut sebagaimana dipantau melalui akun instagram resminya luhut.pandjaitan ke Jakarta, Minggu.

Luhut mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai durian sama-sama Menteri Luar Negeri China Wang Yi berlangsung ketika merekan sedang makan malam.

“Mereka (China) impor durian itu sampai 8 miliar dolar AS. Bisa bayangkan kalau misalnya Sulawesi Tengah bisa saja ekspor 500 jt dolar Negeri Paman Sam saja, itu berapa banyak petani yang dimaksud dapat,” kata dia.

Sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat saja, tutur Luhut melanjutkan, telah setara dengan Rp1 triliunan. Menurut Luhut, warga dalam Sulawesi Tengah dapat berubah menjadi tambahan sejahtera dengan mengekspor durian senilai Rp1,5 triliun.

“Itu akan menyebabkan kesejahteraan ke sana (Sulawesi Tengah). Luar biasa,” ucap dia.

Lebih lanjut, Luhut juga memaparkan bahwa dirinya bersatu Wang Yi juga mengeksplorasi mengenai kerja mirip riset dalam bidang hortikultura antara Indonesia dengan China.

otoritas Indonesia, kata Luhut, mempersiapkan sarana riset yang dimaksud dalam Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Luhut mengimbau generasi muda Indonesi untuk turut terlibat di kerja sebanding riset antarnegara tersebut.

“Untuk kita mengamati nanti yield daripada cabai, kemudian bawang putih, kentang, semacam itu. Harus ada mitra lokal,” kata Luhut.

Menurut dia, dengan kolaborasi pada adopsi modelling China pada bidang riset lalu teknologi pertanian, juga penguatan kualitas produk-produk pertanian, khususnya untuk padi, flora hortikultura, serta buah-buahan teristimewa durian, Indonesi dapat mewujudkan ketahanan pangan yang mendesak.

“Saya pikir, kalau biosfer ini dibangun, saya kira akan bagus,” kata Luhut.

Pernyataan yang disebutkan ia komunikasikan terkait hasil dari Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRT pada Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, hari terakhir pekan (19/4).

Selain kerja serupa dalam bidang agrikultur, Luhut juga mengeksplorasi kerja identik di bidang transportasi dan juga kemaritiman.

Artikel ini disadur dari Menko Luhut bidik Sulteng untuk kembangkan potensi ekspor durian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *