Menko Luhut: GovTech RI dapat kurangi korupsi juga naikkan pendapatan

Market32 Dilihat

Akan berkurang korupsi, itu pasti. OTT (operasi tangkap tangan) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) itu pasti akan berkurang

Jakarta – Menteri Koordinator Area Maritim juga Pengembangan Usaha Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Government Technology (GovTech) Tanah Air yang bernama INA Digital dapat menghurangi tingkat korupsi dalam Negara Indonesia lalu meningkatkan pendapatan negara.

“Akan berkurang korupsi, itu pasti. OTT (operasi tangkap tangan) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) itu pasti akan berkurang,” ujar Luhut pada akun instagramnya yang tersebut bernama pengguna luhut.pandjaitan, sebagaimana dipantau dari Jakarta, Senin.

Menurut Luhut, penurunan bilangan bulat korupsi yang dimaksud memungkinkan lantaran GovTech akan memproduksi pemerintahan berubah menjadi lebih besar efisien serta transparan.

Dengan demikian, barang siapa yang dimaksud berniat untuk melakukan korupsi akan merasa kesulitan.

“Saya berharap, dengan ini (GovTech RI) akan sangat kurang jumlahnya (korupsi), lalu itu akan menyebabkan Negara Indonesia lebih tinggi bagus,” kata Luhut.

Ia mengaku malu dengan beberapa kementerian yang digunakan melakukan korupsi, hingga saat ini sedang diadili.

Adapun sebagian tindakan hukum korupsi yang dimaksud melibatkan kementerian yakni persoalan hukum korupsi Kementerian Pertanian (Kementan) yang mana melibatkan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hingga perkara korupsi di dalam Kementerian Komunikasi dan juga Informatika yang melibatkan eks Menteri Kominfo Johnny G. Plate.

“Ada kementerian yang digunakan korupsi sampai pada pengadilan. Cukup memalukan semua itu,” kata Luhut.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti peluang kenaikan pendapatan negara melalui aplikasi mobile GovTech. Pembaruan yang disebutkan diakibatkan oleh hadirnya kemudahan berusaha, juga efektivitas di melakukan perizinan.

“Misalnya untuk izin hiburan, tiada lagi menjajakan dari satu pos ke pos lain, segera ke di sini (GovTech) saja. Sehingga dengan begitu akan efisien,” kata Luhut.

Kemudahan itu diyakini akan bermetamorfosis menjadi pusat perhatian untuk mendebarkan pihak-pihak ke sektor hiburan di mengadakan acara ke Indonesia.

“Ini akan mengakibatkan penerimaan negara yang mana bertambah,” kata Luhut.

Untuk ketika ini, Luhut mengungkapkan bahwa sektor swasta belum masuk ke GovTech, lantaran pihak pemerintah yang tersebut masih melakukan konsolidasi program untuk sektor publik. Setelah konsolidasi selama kurang lebih lanjut setahun, barulah sektor swasta akan dimasukkan secara bertahap, seperti yang dimaksud direalisasikan Singapura.

“Singapura itu hampir berapa tahun baru dapat masuk private sector-nya, pasca mereka itu betul-betul konsolidasi. Nah, kita sebesar Nusantara ini tidak ada semudah itu juga, pasti lebih besar sulit dari Singapura,” kata dia.

Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) meluncurkan Government Technology (GovTech) Indonesi yang tersebut bernama INA Digital di dalam Istana Negara, Jakarta, Senin.

Peluncuran INA Digital sebagai penyedia solusi terpadu beraneka layanan digital pemerintah, salah satunya portal nasional lalu layanan terkait infrastruktur, dianggap penting untuk meningkatkan daya saing Indonesi secara global.

 

Artikel ini disadur dari Menko Luhut: GovTech RI dapat kurangi korupsi dan naikkan pendapatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *