Menko Perekonomian: Bantuan pangan beras diterima yang mana kurang mampu

Bisnis19 Dilihat

IDN Bisnis Saya lihat ini warga katanya belum pernah menerima. Karena itu, ini mesti kita cek silang (cross check) nanti

Kalimantan Barat – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bantuan pangan beras belaka diterima warga yang tersebut kurang mampu di area Kota Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis.

Airlangga dengan segera mengecek ke Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harrison agar tak ada selisih data penerima, dikarenakan pada waktu itu sejumlah dari warga yang dimaksud mengaku belum pernah menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan dari pemerintah.

"Saya lihat ini warga katanya belum pernah menerima. Karena itu, ini mesti kita cek silang (cross check) nanti," pinta Airlangga untuk Pj Gubernur Kalbar pada waktu penyaluran bantuan pangan beras dalam Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), Wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis.

Airlangga tampak kaget mendengar warga Kubu Raya satu persatu mengungkapkan belum pernah menerima bantuan pangan beras dari pemerintah sebelumnya.

Di antaranya Suharni, Saodah, Rabuansyah hingga Mardiana. Yang disebut terakhir mengungkapkan bahwa bantuan yang mana pernah diterimanya justru bukanlah berasal dari pemerintah.

"Bulan lalu enggak ada, kata Pak RT, itu bantuan lain. Bulog enggak ada. PT Jasa Prima Logistik enggak ada terima juga. Kantor Pos juga enggak terima uang Desember kemarin yang dimaksud Rp400 ribu," kata Mardiana, ibu rumah tangga yang dimaksud mempunyai suami bekerja sebagai juru parkir juga empat orang anak.

Pj Gubernur Kalimantan Barat Harrison menyatakan pihaknya terus-menerus berupaya agar bantuan dari pemerintah terus-menerus dibagikan terhadap publik yang dimaksud masuk Informasi Terpadu Kepuasan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Harrison mengungkapkan pihaknya akan segera mengkoordinasikan temuan di area lapangan itu terhadap Dinas Sosial Kota Kubu Raya.

Pihak Dinas Sosial maupun Kepala Daerah Kubu Raya sedang tak hadir pada acara yang dimaksud untuk memberikan klarifikasi.

Perwakilan tempat Kubu Raya yang mana hadir pada waktu itu hanya saja Kepala Dusun Sungai Seribu Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Jaelani.

Menurut Jaelani, memang benar benar warganya ada yang digunakan belum menerima, lantaran di data hanya saja 430 kepala keluarga (KK) yang mana mendapat bantuan.

"Memang kemarin ada yang mana dapat serta ada yang tersebut tidak. Kami juga ditagih warga, ini kenapa?" kata Jaelani.

Dia memohonkan komitmen Airlangga pada waktu itu untuk melakukan konfirmasi pemutakhiran DTKS tuntas dilakukan. Agar pengurus Dusun Sungai Seribu tak lagi menjadi sasaran warga.

"Kami minta pemerintah mengecek database agar kami tidak ada menjadi sasaran warga. Sehingga yang dimaksud tidaklah dapat bulan lalu, mampu didapat bulan depan," kata Jaelani.

Dalam kesempatan itu, Airlangga tiba di dalam Kubu Raya, Kalimantan Barat didampingi antara lain Menteri Pemuda kemudian Olahraga Dito Ariotedjo, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Provinsi Kalimantan Barat Dedi Aprilyadi, juga Pimpinan PT Jasa Prima Logistics Kalimantan Barat Dede Muhidin.

 
Kedatangan rombongan disambut Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harrison pukul 11.26 WIB.

pemerintahan memberikan bantuan pangan beras terhadap penduduk secara nasional sebanyak 22.004.077 penerima faedah untuk periode Januari hingga Juni 2024 sebagai 10 kilogram per bulan.

Khusus di area Kalimantan Barat, jumlah total penerima faedah mencapai 354.574 orang.

Anak usaha Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Jasa Prima Logistics ditugaskan untuk melakukan distribusi bantuan ke 14 kabupaten/kota di area Kalimantan Barat.

 
Pemerintah juga telah menyepakati untuk kembali menyalurkan bantuan dengan segera tunai untuk menanggulangi El Nino sebesar Rp200 ribu per bulan terhadap sekitar 18 jt penerima manfaat.
 
"Sudah dibahas pada rapat kabinet, Presiden setuju untuk menganggarkan pemberian bantuan terhadap rakyat dari Januari hingga Juni 2024," kata Airlangga.
 
Adapun nilai total bantuan yang dimaksud diberikan pemerintah hingga Semester I 2024 yang disebutkan diperkirakan mencapai Rp892 miliar.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *