Menparekraf ajak warga Sulbar meriahkan festival penyu Pantai Mampie

Bisnis15 Dilihat

Mamuju – Menteri Wisata dan juga Sektor Bisnis Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengundang seluruh masyarakat, khususnya warga di dalam Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk mengambil bagian memeriahkan festival penyu yang dimaksud akan dilaksanakan di dalam Pantai Mampie, Daerah Polewali Mandar.

"Saya meminta seluruh masyarakat, khususnya warga di Sulbar agar mengambil bagian memeriahkan festival penyu yang mana akan dilaksanakan di Pantai Mampie Kota Polewali Mandar," kata Sandiaga, melalui rilis yang mana diterima Antara, dalam Mamuju, Jumat.

Ia berharap festival penyu yang akan berlangsung pada 19-21 Juni 2024 di kawasan Rumah Penyu Pantai Mampie, dapat menyebabkan dampak positif bagi peningkatan pariwisata pada Daerah Polewali Mandar.

"Saya berharap, kegiatan ini akan mengakibatkan dampak positif untuk peningkatan pariwisata dalam Polewali Mandar.

Pada pelaksanaan festival penyu kata Sandiaga, juga akan diwarnai bermacam kegiatan dan juga lomba sehingga diharapkan dapat mendebarkan minat penduduk untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

"Dalam kegiatan ini juga akan dimeriahkan beberapa perlombaan yang tersebut akan menambah keseruan festival. Mari bergabung di festival penyu ke Pantai Mampie. Ayo jangan lewatkan event tahunan yang tersebut spektakuler ini," ujar Sandiaga.

Sementara, Pendiri Sahabat Penyu Polewali Mandar Muhammad Yusri menyampaikan, festival penyu yang mana sudah pernah menjadi jadwal tahunan juga dilaksanakan pada setiap bulan Juni, menampilkan beragam kegiatan yang bertujuan mendidik serta mengundang masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

"Festival penyu tiada cuma berubah menjadi event kampanye konservasi, tetapi juga penawaran wisata yang berdampak positif pada perekonomian lokal," kata Muhammad Yusri.

Salah satu kegiatan utama pada festival penyu kata Muhammad Yusri, adalah pelepasan tukik atau bayi penyu ke habitat yang tersebut sebenarnya.

"Hal ini bermetamorfosis menjadi momen emosional yang tersebut mengingatkan kita akan pentingnya proteksi terhadap satwa-satwa yang terancam punah," katanya.

Tidak belaka itu kampanye konservasi, kemah konservasi, bincang komunitas, hingga investasi mangrove tambahnya, juga menjadi bagian dari rangkaian acara festival penyu tersebut.

Kemudian, lomba perahu antar-nelayan, jalan santai, pentas seni, perekonomian kreatif, talk show dan juga beraneka aktivitas menantang lainnya turut meramaikan suasana, memberikan hiburan sekaligus edukasi untuk pengunjung.

"Tujuan utama dari festival penyu ini adalah untuk menyadarkan penduduk akan pentingnya melindungi kelestarian lingkungan, khususnya keberlangsungan penyu serta biota laut lainnya," terang Muhammad Yusri.

Ia berharap melalui pelaksanaan festival penyu, kesadaran akan lingkungan semakin meningkat, serta penduduk menjadi lebih besar peduli terhadap kelestarian alam.

Festival penyu tambahnya, juga menandai komitmen yang mana berkelanjutan di upaya pelestarian lingkungan juga pengembangan prospek pariwisata di Wilayah Polewali Mandar.

"Dengan dukungan penduduk kemudian beraneka pihak terkait, diharapkan festival penyu akan terus menjadi kesempatan penting pada melindungi kelestarian alam juga memasarkan keindahan alam Indonesi terhadap dunia," kata Muhammad Yusri.

 

Artikel ini disadur dari Menparekraf ajak warga Sulbar meriahkan festival penyu Pantai Mampie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *