Menteri Bahlil tepis pernyataan ketergantungan ekspor nikel ke China

Market41 Dilihat

IDN Bisnis DKI Jakarta – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berunjuk rasa pernyataan terkait ketergantungan Indonesia terhadap China selaku mitra dagang pada melakukan ekspor nikel, serta menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk negara mana pun.

“Keliru. Ekspor kita ke China kurang lebih tinggi sekitar 20 miliar dolar AS, itu untuk nikel. Itu bukanlah tergantung. Kita kan menerbitkan mau negara mana pun silakan beli,” ujar Bahlil pasca menggunakan hak suaranya pada TPS 04 Duren Tiga, Ibukota Selatan, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa memang benar China telah melakukan kontrak jangka panjang dengan Indonesia. Akan tetapi, Bahli menegaskan bahwa hal yang disebutkan bukanlah wujud ketergantungan.

Indonesia, kata dia, masih membuka prospek untuk melakukan kerja mirip ekspor dengan negara lainnya.

“Kita terbuka kok. Bagi kita mau ekspor ke mana pun, no problem (tidak masalah),” kata Bahlil.

Ia juga menambahkan bahwa ekspor garmen Indonesia ke Amerika Serikat mencapai lebih banyak dari 10 miliar dolar AS.

“Dan pasar-pasar tradisional kita juga besar. Neraca perdagangan kita sekarang sampai 40 bulan, kalau gak salah, 36-40 bulan berturut-turut surplus,” kata dia.

Pernyataan yang dimaksud terkait dengan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal yang digunakan mengumumkan Indonesia masih perlu melakukan diversifikasi ekspor agar bukan bergantung pada negara mitra dagang utama seperti China.

Menurut Faisal, di jangka pendek atau sampai 5 tahun mendatang, ketergantungan terhadap bursa China dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke China sebesar 1 persen setiap Barang Domestik China (PDB) naik 1 persen.

Dalam jangka panjang atau sampai 10 tahun mendatang, ekspor Indonesia ke China bisa saja berkembang 37,6 persen setiap kenaikan 1 persen Ekonomi Nasional China.

Namun pada pada waktu yang tersebut sama, penurunan perekonomian China juga berpotensi menurunkan ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu tersebut, yang dimaksud pada akhirnya berdampak terhadap perkembangan sektor ekonomi Indonesia.

Selain ke China, ekspor Indonesia ke India meningkat rata-rata sebesar 12,26 persen per tahun, ke negara-negara Asean berkembang 5,36 persen, ke Negeri Matahari Terbit berkembang 2,73 persen, ke Amerika Serikat bertambah 2,65 persen, serta ke Eropa meningkat 2,60 persen per tahun.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *