Menteri Basuki: World Water Pertemuan adalah kemenangan diplomatik Indonesi

Bisnis24 Dilihat

Denpasar – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengemukakan bahwa penyelenggaraan World Water Diskusi ke-10 merupakan kemenangan diplomatik Indonesia, lantaran terdapat penyelenggaraan konferensi tingkat membesar (KTT), hingga penandatanganan beraneka proyek dan juga hibah.

“Ini (World Water Wadah ke-10) adalah diplomatic victory (kemenangan diplomatik) dari Indonesi pada planet internasional untuk tata kelola air,” ujar Basuki sewaktu ditemui pasca mengunjungi upacara Segara Kerthi yang mana dilakukan di Bali, Sabtu.

Bas, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa yang tersebut membedakan World Water Diskusi ke-10 adalah penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi pasca pembukaan.

Biasanya, kata Bas, forum akan dengan segera dimulai pasca pembukaan. Pernyataan yang dimaksud ia ungkapkan berdasarkan pengalamannya hadir di lima penyelenggaraan World Water Forum.

Adapun kelima World Water Wadah yang mana dihadiri oleh Basuki, yakni WWF Ketiga di Kyoto, Jepang; WWF Keempat di Pusat Kota Meksiko, Meksiko; WWF Kelima di dalam Istanbul, Turki; WWF Posisi ke-7 di dalam Daegu, Korea Selatan; kemudian WWF Kesembilan dalam Dakar, Senegal.

“Kita di dalam di tempat ini ada KTT, jadi ada 11 kepala negara yang digunakan hadir. Itu besok, pasca hari Senin, pasca pembukaan, Presiden (Joko Widodo) menjadi pemimpin KTT,” kata dia.

Dalam KTT tersebut, Bas mengemukakan bahwa Presiden Jokowi akan mendengar pengumuman dari seluruh anggota KTT, yakni kepala pemerintah yang ada, tentang pengelolaan sumber daya air.

Hal kedua yang mana membedakan WWF ke-10 adalah pemberitahuan tingkat menteri. Deklarasi tersebut, kata Bas, disusun oleh UNESCO di dalam Paris, Perancis, juga merupakan hasil kerja keras dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Telah disusun ministerial declaration dan juga itu gak mudah, yang dimaksud nyusunnya UNESCO di Paris. Ini adalah kerja kerasnya Kementerian Luar Negeri kita,” kata Bas.

Ketiga, ujar Bas melanjutkan, adalah kompendium yang dimaksud berubah jadi lampiran dari Deklarasi Menteri atau Ministerial Declaration pada World Water Diskusi (WWF) 2024.

Secara khusus, ada tiga hal yang bermetamorfosis menjadi misi Nusantara untuk disepakati pada reuni ke Bali nanti, yaitu pertama pembangunan Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE), pengarusutamaan Integrated Water Resources Management (IWRM) on Small Islands, dan juga kegiatan rutin World Lake Days atau Hari Danau Sedunia.

“Kemudian, ada beberapa MOU yang akan ditandatangani, termasuk hibah-hibah atau proyek yang digunakan ditandatangani,” kata Basuki.

World Water Pertemuan ke-10 mengusung tema besar “Water for Shared Prosperity”. Diskusi ini akan memunculkan Ministerial Declaration sebagai output utama yang digunakan disertai dengan kompendium atau concrete deliverables (aksi konkret).

World Water Pertemuan ke-10 fokus mengkaji empat hal, yakni konservasi air (water conservation), air bersih kemudian sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan serta energi (food and energy security), dan juga mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).

 

Artikel ini disadur dari Menteri Basuki: World Water Forum adalah kemenangan diplomatik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *