Menteri KKP: Lima tahun ke depan penangkapan ikan diganti budidaya

Bisnis18 Dilihat

Tual, Maluku – Menteri Kelautan kemudian Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pada lima hingga 10 tahun ke depan, Nusantara harus menerapkan konsep sektor ekonomi biru dengan menurunkan jumlah total penangkapan ikan juga diganti dengan budidaya.

"Pembangunan perekonomian biru khususnya ke sektor perikanan Nusantara arahnya ke mana, pada lima atau 10 tahun yang dimaksud datang itu penangkapan harus menurun, tapi budidaya yang tersebut harus meningkat," ujar Trenggono disitir ke Daerah Perkotaan Tual, Maluku, Senin.

Trenggono menyampaikan, budidaya harus terus didorong. Para nelayan yang digunakan bisa saja melakukan penangkapan ikan secara tradisional diminta untuk mengembangkan cara-cara baru agar hasil tangkapan memiliki standar.

Lebih lanjut, ketika nelayan sudah ada mempunyai standar serta kualitas ikan yang dimaksud baik, maka potensi untuk melakukan ekspor lebih tinggi terbuka lebar.

"Sekarang tradisional itu harus kita tinggalin, akibat budidaya di dalam sektor perikanan juga itu, kita masih sangat lemah. Selain langkah masih tradisional, kita juga enggak punya standar best practice," kata Trenggono.

Namun demikian, Trenggono menyebut, masih banyak hal yang tersebut harus dibenahi sebelum meningkatkan budidaya pada Indonesia. Salah satunya adalah dari sisi pakan ikan.

Menurut Trenggono, pada waktu ini pakan untuk ikan masih 100 persen impor. Diharapkan, ke depan Negara Indonesia bisa saja memproduksi sendiri pakan untuk ikan.

Trenggono menyampaikan, bidang perikanan Indonesi miliki prospek yang mana sangat besar untuk dikembangkan. Ditambah lagi dengan konsep sektor ekonomi biru yang lebih besar berkelanjutan.

"Ikan kita sampai hari ini masih surplus. Mudah-mudahan ke depan ini yang tersebut jadi kekuatan kita," ucapnya.

Artikel ini disadur dari Menteri KKP: Lima tahun ke depan penangkapan ikan diganti budidaya

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *