Menteri PUPR pastikan iuran Tapera tidak uang hilang

Bisnis18 Dilihat

Jadi bukanlah uang hilang, ada jaminan hari tua, ada ini, ada itu, tapi itu tidak uang hilang

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memaparkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang digunakan disetor paling lambat tanggal 10, bukanlah uang yang dimaksud hilang, melainkan digunakan untuk pembiayaan anggota membeli rumah.

 
"Jadi bukanlah uang hilang, ada jaminan hari tua, ada ini, ada itu, tapi itu tidak uang hilang," kata Basuki di dalam Jakarta, Selasa.

 

Ia mengatakan, melalui acara ini penduduk yang tersebut terdaftar mampu memanfaatkannya sebagai bantalan kegiatan ekonomi guna mempunyai rumah. Lebih lanjut menurut dia, acara Tapera telah dibentuk sejak lima tahun yang lalu, namun di pelaksanaan awalnya diperuntukkan guna membentuk kredibilitas terlebih dahulu.

 

"Jadi tiada segera kena pada tahun pertama dulu. Hal ini sudah ada lima tahun, telah pergantian pengurusan, ini dimulai dengan disetujuinya oleh Bapak Presiden," ujarnya.

 

Regulasi mengenai Tapera diteken oleh Presiden Jokowi pada Awal Minggu (20/5) yang digunakan tertuang di Peraturan eksekutif (PP) 21/2024 yang tersebut merupakan pembaharuan dari PP 25/2020.

 

Klasifikasi kelompok yang digunakan wajib mengikuti acara ini yakni ASN, TNI, POLRI, pekerja BUMN/BUMD, dan juga pekerja swasta.

 

Dalam aturan itu disebutkan bahwa pemberi kerja wajib membayar simpanan partisipan yang digunakan berubah menjadi kewajibannya, juga memungut simpanan kontestan dari pekerja.

 

Adapun besaran iuran ditetapkan sebesar 3 persen dari pendapatan atau upah untuk Audien Pekerja dan juga penghasilan untuk Audien Pekerja Mandiri. Untuk Anggota Pekerja ditanggung bersatu antara perusahaan dengan karyawan setiap sebesar 0,5 persen dan juga 2,5 persen, sedangkan Audien Pekerja Mandiri menanggung simpanan secara keseluruhan.

 

Peserta yang digunakan yang tersebut di antaranya di kategori Komunitas Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat memperoleh kegunaan dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), serta Kredit Renovasi Rumah (KRR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun serta suku bunga tetap ke bawah suku bunga pasar.

 

Dana yang tersebut dihimpun dari partisipan akan dikelola oleh BP Tapera sebagai simpanan yang digunakan akan dikembalikan terhadap peserta.

Artikel ini disadur dari Menteri PUPR pastikan iuran Tapera bukan uang hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *