Metode Hal ini Ampuh Atasi Detak Jantung Tak Beraturan, Simak!

Entrepreneur15 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Jika Anda menyukai olahraga, merasakan detak jantung meningkat pada waktu berolahraga bukanlah hal yang dimaksud asing lagi untuk dirasakan. Kondisi ini adalah kondisi normal ketika jantung merespons tubuh untuk mendapatkan asupan oksigen tambahan sebagai asupan pada pada waktu melakukan aktivitas berat.

Namun apa yang mana terjadi ketika jantung berdetak kencang bukan beraturan secara tanpa peringatan tanpa alasan tertentu? Kondisi ini dinamakan sebagai atrial fibrilasi jantung.

Atrial fibrilasi jantung merupakan salah satu gangguan aritmia atau irama jantung yang digunakan menyebabkan jantung berdetak secara tak beraturan. Secara normal, jantung berdetak secara beraturan sebanyak 60 kali per menit (beats per minute) serta mencapai 100 kali pada waktu sedang beraktivitas fisik, namun pada gangguan atrial fibrilasi itu dapat berubah menjadi tiada beraturan tanpa penyulut yang jelas bahkan bisa saja melebihi 100 kali.

Meski terlihat sepele, kondisi ini merupakan salah satu yang dapat mengancam nyawa sebab dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.

adv_ekahospital

Apa Penyebab Atrial Fibrilasi Jantung?

Jantung memiliki 4 ruang atau bilik pada memompa darah ke seluruh tubuh, yang terdiri dari 2 bilik berhadapan dengan yang digunakan disebut atrium lalu 2 bilik bawah disebut ventrikel. Tiap bilik ini memiliki fungsi masing-masing di memompa juga menyimpan darah kotor juga darah bersih ke tubuh.

Pada bilik jantung bagian atas, ada sekelompok sel yang digunakan bertanggung jawab pada menyebabkan serta melakukan konfirmasi jantung berdetak secara normal.

Namun pada atrial fibrilasi, jantung berdetak secara bukan beraturan tanpa pemicu yang tersebut jelas, bahkan sanggup sangat cepat. Kondisi ini terjadi sebab adanya kesulitan atau kelainan pada bilik jantung bagian menghadapi (atrium) yang dimaksud yang digunakan membuatnya berdetak secara tidak ada beraturan kemudian berdetak secara tak sinkron dengan ruang jantung bagian bawah atau ventrikel.

Menurut dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC sebagai Konsultan intervensi lalu aritmia jantung dari Eka Hospital BSD, adapun beberapa faktor yang digunakan dipercaya dapat menyebabkan atau memicu terjadinya atrial fibrilasi jantung, di area antaranya faktor usia adalah faktor risiko utama, riwayat penyakit jantung seperti serangan jantung atau gagal jantung, miliki tekanan darah tinggi (hipertensi), ada gangguan pernapasan seperti pneumonia yang tersebut menghalangi suplai oksigen ke jantung, gangguan tidur seperti apnea tidur yang menghalangi asupan oksigen selama tidur, hingga gaya hidup yang mana buruk seperti merokok serta konsumsi alkohol.

Bagi berbagai orang, atrial fibrilasi kemungkinan besar bukan akan menunjukan gejala, akan tetapi atrial fibrilasi jantung dapat menyebabkan detak jantung yang dimaksud cepat lalu berdebar-debar, kemudian mampu memunculkan rasa sesak napas, bahkan pusing.

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, atrial fibrilasi dapat berimbas buruk pada Kesehatan. Salah satunya gagal jantung dan juga meningkatkan risiko untuk terkena serangan stroke.

Bagaimana Atrial Fibrilasi Ditangani?

Atrial fibrilasi miliki risiko yang digunakan berbahaya untuk kesehatan, sehingga penanganan sebaiknya dilaksanakan secepatnya apabila sudah ada terdiagnosa. Penanganan atrial fibrilasi akan lebih besar baik kemudian tambahan efektif bila dijalankan di kondisi dini sebelum terjadi komplikasi pada jantung kemudian otak.

Dokter dapat mendiagnosa atrial fibrilasi dengan beberapa tes, seperti Elektrokardiogram atau EKG untuk mengawasi aktivitas jantung.

Atrial fibrilasi adalah gangguan yang dapat menyebabkan detak jantung menjadi tambahan cepat. Oleh sebab itu dokter perlu memperbaiki gangguan yang digunakan menyebabkan jantung berdetak lebih tinggi cepat dari biasanya.

Pengobatan akan ditentukan berdasarkan dari tingkat keparahan aritmia yang mana terjadi. Jika atrial fibrilasi tak terlalu parah, dokter dapat merekomendasikan obat atau penanganan seperti kardioversi listrik untuk mengatasi denyut jantung kembali normal.

Namun apabila atrial fibrilasi sudah ada mengancam kesehatan, dokter akan merekomendasikan beberapa metode.

Salah satu metode yang mana dapat dilaksanakan yaitu cryoablation atau metode ablasi jantung terbaru menggunakan energi dingin untuk memperbaiki gangguan listrik pada bagian jantung yang mana menyebabkan detak menjadi tidak ada beraturan.

Apa Itu Cryoablation serta Apa Fungsinya?

Cryoablation adalah metode minimal invasif yang tersebut dilaksanakan untuk mengatasi irama jantung normal dengan menonaktifkan bagian jantung yang mana memproduksi detak jantung tiada teratur. Prosedur yang dimaksud bekerja dengan memasukan selang kecil disebut kateter dengan balon dalam ujungnya yang digunakan untuk menangani gangguan irama jantung, khususnya atrial fibrilasi.

Berbeda dengan prosedur ablasi konvensional, cryoablation menggunakan energi dingin ketimbang energi panas kemudian membekukan bagian jantung yang digunakan menyebabkan jantung berdetak secara lebih lanjut cepat bukan beraturan. Pemakaian energi dingin dipercaya tambahan aman kemudian lebih tinggi efektif pada menangani gangguan aritmia jantung seperti atrial fibrilasi.

Bagaimana Proses Cryoablation Dilakukan?

Proses cryoablation yang dimaksud minimal invasif memungkinkan dokter untuk menangani pasien tanpa harus melakukan pembedahan besar. Dokter hanya sekali perlu menghasilkan sayatan kecil untuk memasukan selang kateter yang tersebut biasanya dimasukan melalui selangkangan kemudian akan dimasukan perlahan hingga mencapai jantung.

Melalui sensor yang mana ada dalam ujung kateter, dokter dapat mengamati dengan segera keadaan jantung pasien sehingga bisa saja menentukan dan juga mengevaluasi letak bagian jantung yang dimaksud menyebabkan atrial fibrilasi.

Setelah dokter menemukan pusat masalah, maka balon dalam ujung akan dipompa hingga mengembang. Energi dingin kemudian akan dialirkan melalui kateter juga membekukan lalu mengisolasi vena pulmonalis yang digunakan merupakan bagian jantung faktor detak jantung tak beraturan.

Setelah tindakan dilakukan, dokter mengeluarkan kateter dan juga menghentikan luka dengan jahitan. Setelah itu pasien dibawa ke ruang pemulihan dan juga beristirahat, biasanya selama 1 hari untuk dilihat perkembangannya pasca tindakan. Jika dirasa tiada ada masalah, dokter dapat memulangkan pasien.

Bagaimana Penanganan Pasca Operasi?

Pasien mungkin saja akan diberikan obat-obatan pasca operasi dan juga dijadwalkan konsultasi lanjutan untuk mengawasi perkembangan dari hasil tindakan. Selain itu pembaharuan gaya hidup juga akan direkomendasikan untuk menghindari atrial fibrilasi kembali atau bertambah buruk di dalam masa depan, seperti mengubah pola makan menjadi lebih tinggi sehat, berolahraga rutin setidaknya 30 menit per hari, menjaga tekanan darah tetap memperlihatkan stabil, memperbaiki pola tidur, kemudian belajar berhenti kebiasaan merokok atau konsumsi minuman alkohol.

Memeriksakan kondisi tubuh secara rutin juga dapat menurunkan risikonya dengan memeriksa tekanan darah serta kadar kolesterol. Sebaiknya setiap dua tahun sekali untuk memverifikasi kebugaran masih terjaga kemudian semakin sangat jauh risiko dari atrial fibrilasi.

Anda dapat mengakses informasi lebih lanjut lengkap mengenai cryoablation pada di tempat ini .

Artikel Selanjutnya Simak! 5 Tips Cerdas Berkeliling Ibukota Indonesia bagi Pemula

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *