Mirae Asset prediksi lapangan usaha otomotif akan membaik ke kuartal IV-2024

Bursa22 Dilihat

Kami berharap ada pemulihan di dalam akhir tahun seiring kemungkinan turunnya suku bunga acuan

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Nusantara memperkirakan kinerja sektor otomotif nasional akan membaik pada kuartal IV-2024 atau penghujung tahun, seiring dengan peluang perbaikan daya beli komunitas juga penurunan suku bunga acuan Bank Indonesi (BI).

“Kami berharap ada pemulihan ke akhir tahun seiring peluang turunnya suku bunga acuan,” ujar Research Analyst Mirae Asset Christopher Rusli pada acara Industri Media Day: May by Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Senin.

Christopher menjelaskan, pada waktu ini daya beli warga sedang tertekan akibat kenaikan suku bunga yang dimaksud menyedot uang beredar kemudian memulai kenaikan harga.

Penurunan daya beli masyarakat tercermin dari bilangan perdagangan mobil baru yang mana turun lebih banyak dari 23 persen year on year (yoy) menjadi sekitar 215.000 unit kendaraan pada kuartal I- 2024 dibandingkan sekitar 282.000 unit pada periode identik tahun sebelumnya.

Dengan asumsi suku bunga The Fed ke Amerika Serikat (AS) akan turun pada September 2024 dan juga akan disusul oleh penurunan suku bunga acuan Bank Nusantara (BI) dua kali pada kuartal IV- 2024 selama nilai tukar rupiah stabil, ia optimistis daya beli warga serta juga transaksi jual beli kendaraan akan membaik pada akhir tahun.

Namun demikian, ia memperkirakan kinerja pada tahun ini tak akan lebih besar baik dibandingkan tahun lalu. Salah satunya dari sisi pemasaran mobil baru yang dimaksud diprediksi 900.000 unit sepanjang tahun ini, atau ke bawah prediksi bursa sebanyak 1,1 jt unit.

Di sisi lain, Research Analyst Mirae Asset Abyan Habib Yuntoharjo mengatakan bahwa sektor mobil bekas masih terus tumbuh, meskipun bilangan bulat perdagangan mobil baru sedang tertekan.

Hal yang disebutkan tercermin dari nomor pembiayaan otomotif yang tersebut terus meningkat stabil pada berhadapan dengan 10 persen (yoy), meskipun hitungan pemasaran kendaraan khususnya kendaraan untuk penumpang (passenger car) baru turun pada kuartal I-2024.

Dengan demikian, menurutnya, sektor jual beli mobil bekas relatif tak lekang zaman, dikarenakan secara alami seberapa pun tingkat pemasaran kendaraan mobil baru tentunya akan dijual juga oleh pemiliknya.

“Ekosistem dari masing-masing pelaku lapangan usaha mobil bekas juga dapat mengupayakan kinerjanya, sehingga semakin lengkap layanan dari satu perusahaan maka akan mengupayakan kinerja perusahaan tersebut,” ujar Abyan.

Dalam kesempatan sama, ketua eksekutif PT Autopedia Berhasil Lestari Tbk (ASLC) Jany Candra menyebut, ketika ini ASLC memiliki habitat jual beli mobil yang lebih lanjut lengkap dibandingkan pesaing.

Selain memiliki pangsa bursa terbesar untuk mobil bekas wholesale di melawan 40 persen, Jany menjelaskan perseroan miliki keunggulan, antara lain kuatnya neraca yaitu tanpa utang (zero debt), miliki visi keberlanjutan, miliki rekam jejak serta tata kelola perusahaan (GCG) yang baik, dan juga miliki garansi 7G+ untuk setiap pembelian mobil bekas ke Caroline.id.

“Kami memproyeksikan kinerja akan terus tumbuh, dengan proyeksi kinerja pendapatan serta laba bersih dapat meningkat ke menghadapi double digit (di menghadapi 10 persen), kemudian dengan kinerja kuartal I- 2024, kami yakin proyeksi double digit itu akan tercapai. Ekspansi tahun ini akan menambah jumlah keseluruhan cabang Caroline.id dari 10 cabang berubah menjadi 18 cabang pada akhir tahun,” ujar Jany.

Pada kuartal I-2024, laba perseroan melonjak 600 persen (yoy) berubah jadi Rp16,95 miliar dibandingkan senilai Rp2,24 miliar pada periode yang mana identik tahun sebelumnya.

 

Artikel ini disadur dari Mirae Asset prediksi industri otomotif akan membaik di kuartal IV-2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *