Miris! Porsi Aset Keuangan Syariah RI Hanya 10,81%

Ragam93 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Pertumbuhan bidang keuangan syariah Indonesia telah dilakukan diakui secara global. Berdasarkan Global Islamic Economy Indicator Tahun 2023 yang tersebut dirilis pada Dubai tahun lalu. Indonesia berada pada peringkat ketiga, naik dari peringkat keempat pada 2022.

Staf Ahli Menteri Keuangan Lingkup Jasa Keuangan dan juga Pasar Modal Arief Wibisono menilai walaupun kinerja yang dimaksud sangat baik, tetapi porsi aset keuangan syariah terhadap keseluruhan aset di dalam Indonesia terbilang rendah, yaitu semata-mata 10,81%.

Padahal, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar. Oleh dikarenakan itu, ia berharap harus ada upaya besar untuk meningkatkan aset keuangan syariah di dalam Indonesia.

“Namun meskipun sebagian besar orang RI Islam. Porsi aset keuangan syariah terhadap keuangan nasional masih sangat rendah cuma 10,81%. Berbagai upaya harus dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas keuangan syariah,” tegasnya pada peluncuran Kajian Kondisi Keuangan lalu Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023 lalu Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2024, hari ini, Hari Senin (26/2/2024).

Salah satu upaya yang tersebut dijalankan adalah pengaturan perbankan syariah seperti diamanatkan pada UU P2SK yang mana disahkan januari 2023 lalu.

“Mudah-mudahan UU P2SK merupakan insiatif nyata pada pengembangan keuangan syariah,” kata Arief.

Pasalnya, UU yang disebutkan menegaskan amanat perluasan bidang usaha serta spin off unit perniagaan syariah baik pada sektor perbankan pangsa modal lalu sektor keuangan nonbank. Reformasi juga menyangkut pemisahan unit syariah.

“Khusus yang dimaksud sudah pernah memenuhi persyaratan harus spinoff, antara lain unit perniagaan di perbankan syariah, penjaminan kemudian asuransi syariah,” ungkapnya.

Adapun, bagi perbankan, perluasan ruang lingkup pada antaranya memberikan keleluasaan agar dapat mengembangkan usaha lewat investasi. Selain, perluasan ruang lingkup juga dapat membuka kesempatan kerja identik dengan mengoptimalkan skema aset bank, melalui financing kemudian resharing financing.

“Dukungan integrasi terhadap perbankan syariah dengan ekonomi digital dapat memproduksi biaya operasional menjadi efisien sehingga dapat tekan margin bank syariah,” paparnya.

Artikel Selanjutnya Staf Ahli Menkeu: Aset Keuangan Syariah RI Tembus Simbol Rupiah 2.452 Trilyun

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *