Mitratel bukukan laba bersih Rp512 miliar pada kuartal I-2024

Market26 Dilihat

Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan juga pengelolaan biaya menyebabkan EBITDA Margin dan juga laba bersih kami semakin baik…..

Jakarta –

PT Dayamitra Komunikasi Jarak Jauh Tbk atau Mitratel (MTEL) membukukan laba bersih Rp512 miliar pada kuartal I-2024, bertambah 4 persen dari periode yang mana sebanding 2023 yang senilai Rp501,03 miliar.
 
"Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset serta pengelolaan biaya menimbulkan EBITDA Margin serta laba bersih kami semakin baik. Strategi ini akan terus kami lanjutkan,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko di dalam Jakarta, Senin.
 
Theodorus mengutarakan perseroan mencatatkan pendapatan Rp2,20 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2024, meningkat 7,3 persen dibandingkan periode yang mana mirip tahun sebelumnya sebesar Rp2,05 triliun (yea on year).
 
Bisnis sewa menara menyumbang Rp1,83 triliun, meningkat 5,4 persen. Sementara revenue dari kegiatan bisnis fiber mencapai Rp85,22 miliar, melonjak 148,8 persen pada periode waktu yang dimaksud sama.
 
Pertumbuhan di sisi pendapatan diimbangi dengan pengelolaan biaya secara lebih lanjut efisien. Sehingga, perseroan mampu membukukan EBITDA senilai Rp1,84 triliun, melonjak 9,9 persen. EBITDA Margin terlibat meningkat 2,3 persen berubah jadi 83,5 persen.
 
Perusahaan itu mulai menggarap perusahaan serat optik pada 2022 dan juga sejak itu terus menambah jangkauan baik secara organik maupun inorganik. Hingga akhir Maret 2024, panjang fiber optik perseroan mencapai 36.257 kilometer.
 
Jika dihitung dari akhir Desember 2023 sekadar atau year to date (ytd), Mitratel berhasil menambah panjang fiber optik hingga 3,736 kilometer, berkembang 11,5 persen.
 
"Bisnis serat optik akan terus kami kembangkan untuk memenuhi keinginan operator seluler akan jaringan berlatensi rendah seiring dengan perkembangan teknologi 5G," ujarnya.
 
Selain fokus mengembangkan fiber optik, Mitratel juga terus mempertahankan posisinya sebagai pemilik menara terbanyak ke Indonesia, bahkan Asia Tenggara.
 
Perseroan mempunyai 38.135 menara per akhir Maret 2024, bertambah 0,3 persen dari tempat akhir Desember 2023. Sebanyak 41,5 persen menara berada di dalam Jawa, sedangkan 58,5 persen sisanya tersebar pada Sumatera, Bali lalu Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Menurut Theodorus, ekspansi operator Telkom ke luar Jawa juga rural area akan terus berlanjut, sejalan dengan jadwal pemerintah di keadilan infrastruktur dan juga peningkatan kualitas jaringan internet pada Tanah Air.

"Bagi kami, ini merupakan kesempatan sekaligus panggilan untuk terlibat berperan tambahan besar di memajukan lapangan usaha serta membantu komunitas mendapatkan akses internet berkualitas tinggi," katanya.

 
Seiring peningkatan aset menara kemudian fiber optik, Mitratel mencatatkan kenaikan jumlah keseluruhan penyewa (tenant) dari 57.409 pada akhir Desember 2023 berubah menjadi 57.808 pada akhir Maret 2024, atau bertambah 399 tenant di satu kuartal.
 
Kolokasi meningkat 1,4 persen dari 19.395 berubah menjadi 19.673 pada kurun waktu yang mana sama. Hal itu menimbulkan tenancy ratio naik bermetamorfosis menjadi 1,52 kali.
 
 
 
 

Artikel ini disadur dari Mitratel bukukan laba bersih Rp512 miliar pada kuartal I-2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *