Nabi Muhammad Makan Kurma Selalu Ganjil, Ternyata Ada Konsekuensi Medis

Syariah8 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Kurma merupakan buah yang banyak dicari rakyat Indonesia pada waktu bulan Ramadan. Selain akibat memiliki banyak khasiat kesehatan, kurma miliki tempat istimewa pada agama Islam.

Buah ini kerap disebut di tempat di Al-Quran lalu juga disebut sebagai kudapan yang digunakan dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berbuka puasa. 

Adapun satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW adalah berbuka dengan kurma dengan jumlah keseluruhan yang digunakan ganjil. Hal ini bahkan sampai dijadikan sebagai sunnah.

Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah SAW makan tiga butir kurma ketika berbuka puasa kemudian ketika hendak berangkat salat Idul Fitri. Selain tiga butir, Rasulullah SAW juga menganjurkan makan kurma di total ganjil lainnya, seperti satu, tiga, lima, tujuh, atau sembilan.

Hadis HR Bukhori juga Muslim menerangkan bahwa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari dapat menghindarkan seseorang dari racun maupun sihir sepanjang hari.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ada dalam antara pepohonan, satu pohon yang dimaksud tidak ada gugur daunnya. Pohon ini seperti pribadi muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?” Lalu orang menerka-nerka pepohonan wadhi.

Abdullah Berkata: “Lalu terbesit di diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya.” Kemudian mereka itu berkata: “Wahai Rasulullah beri tahukanlah kami pohon apa itu?” Lalu, beliau menjawab: “ia adalah pohon kurma.” (HR Bukhori)

Meskipun dianjurkan makan pada total ganjil, bukanlah berarti Rasulullah SAW melarang makan kurma di jumlah agregat genap. Sejumlah penelitian mengungkapkan, makan kurma pada total ganjil atau genap ternyata memberi efek yang tersebut berbeda bagi tubuh.

Beberapa penelitian medis mengungkapkan bahwa mengonsumsi buah kurma di jumlah agregat genap, seperti dua, empat, enam, juga seterusnya akan menciptakan gula pada darah serta potassium tanpa memberi banyak energi. Berbeda halnya ketika dimakan pada jumlah keseluruhan ganjil.

Sebuah penelitian yang tersebut dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. menunjukkan bahwa kurma melindungi otak dari stres oksidatif dan juga peradangan.

“Buah kurma adalah sumber serat makanan yang tersebut baik lalu kaya fenolat total juga penangkal radikal alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, lalu asam caffeic. Keberadaan senyawa polifenol ini dapat membantu di terapi penyakit Alzheimer,” jelasnya, disitir Selasa (4/4/2023).

Selain itu, sebuah penelitian oleh Rock W. menyimpulkan bahwa kurma memiliki efek menguntungkan pada asam lemak jenuh juga stres oksidatif. Hal ini banyak dikaitkan dengan hambatan jantung juga berpotensi untuk menghindari atherogenesis yang digunakan mengarah ke penyakit kardiovaskular.

“Kurma kaya berbagai phytochemical yang digunakan juga membantu menghindari penyakit jantung. Selanjutnya, kurma juga merupakan sumber potasium yang mana kaya. Terbukti kurma dapat menurunkan risiko stroke juga penyakit-penyakit yang dimaksud berhubungan dengan jantung,” ujar Rock.

Dari penelitian yang digunakan dijalankan dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi kurma di total ganjil memproduksi tubuh sanggup mengubahnya menjadi karbohidrat. Dengan demikian, energi di tubuh pun akan meningkat lalu memulihkan stamina.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *