OJK Kalsel catat penyaluran KUR Rp3,65 triliun pada triwulan III-2023

Finansial27 Dilihat

IDN Bisnis Kami berharap ke depannya realisasi KUR perbankan mampu lebih besar baik khususnya menjangkau pelaku UMKM unggulan yang digunakan ada di area Banua.

Banjarmasin – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan (OJK Kalsel) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui
bank di area wilayah setempat mencapai Rp3,65 triliun terhadap 63.088 debitur pada triwulan III-2023.

"Kami berharap ke depannya realisasi KUR perbankan bisa saja lebih tinggi baik teristimewa menjangkau pelaku bisnis mikro, kecil, serta menengah unggulan yang tersebut ada di area Banua,” kata Kepala OJK Provinsi Kalsel Darmansyah melalui keterangan tertoreh di dalam Banjarmasin, Sabtu.

OJK Provinsi Kalsel mencatatkan BRI menempati sikap pertama penyaluran KUR senilai Rp2,17 triliun untuk 48.459 debitur, dihadiri oleh Bank Kalsel sebesar Rp647 miliar untuk 5.204 debitur.

Peringkat ketiga ditempati Bank Mandiri sebesar Rp374 miliar terhadap 4.123 debitur, disusul BNI mencapai Rp293 miliar terhadap 1.745 debitur, lalu BSI menduduki peringkat kelima dengan pencapaian sebesar Rp96 miliar untuk 1.245 debitur.

Untuk Bank Kalsel, Darmansyah menambahkan, berjanji mampu memenuhi Modal Inti Minimum (MIM) pada 2024 sebesar Rp3 triliun, sehingga diharapkan terus mengembangkan perusahaan pada bidang perkreditan, dengan memprioritaskan UMKM lokal.

“Ini penting agar keberadaan Bank Kalsel semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh publik luas, khususnya di area bidang jasa keuangan,” ujar Darmansyah.

Secara umum hingga November 2023, kata Darmasnyah lagi, sektor perbankan bertambah dengan intermediasi, likuiditas serta risiko kredit terjaga pada "threshold" yang mana memadai.

Aset perbankan Kalsel berkembang 11,81 persen year on year/yoy (25,48 persen year to date/ytd). Kredit perbankan meningkat meningkat menjadi 11,06 persen yoy (6,70 persen ytd), utamanya ditopang oleh kredit penanaman modal yang digunakan meningkat sebesar 22,21 persen yoy.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2023 tercatat berkembang 9,08 persen yoy (18,58 persen ytd) menjadi Rp82,59 triliun kemudian 18,58 persen ytd, utamanya didorong peningkatan deposito sebesar 22,50 persen yoy serta tabungan sebesar 7,68 persen yoy.

Sedangkan rasio LDR 76,56 persen dan juga NPL nett maupun gross masing-masing 0,94 persen juga 2,42 persen.

“Hal ini menunjukkan perbankan masih memiliki ruang penyaluran kredit dengan masih menjaga kualitas kredit,” katanya pula.

Darmansyah menjelaskan proporsi penyaluran kredit UMKM terhadap keseluruhan kredit dalam Kalsel sebesar Rp22,9 triliun atau 36,33 persen, dengan risiko kredit yang dimaksud terjaga, hal itu tercermin dari rasio NPL gross kredit UMKM sebesar 3,24 persen hingga November 2023.

Berdasarkan sektor penyaluran kredit UMKM di area Provinsi Kalsel, nilai tertinggi pada perdagangan besar, disusul pertanian, lalu jasa kemasyarakatan.

“Kita harapkan untuk tahun 2024 ini sektor perbankan sanggup bertambah tambahan baik lagi,” katanya lagi.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *