OJK Lakukan Pemeriksaan Terhadap Investree Atas Dugaan Pelanggaran Ketentuan

Finansial40 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan pemeriksaan terhadap PT Investree Radhika Jaya (Investree) terkait dugaan pelanggaran ketentuan yang dimaksud dilaksanakan fintech peer to peer lending tersebut.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan lalu Komunikasi OJK Aman Santosa menyampaikan, OJK terus melakukan pengawasan kemudian pemantauan terhadap PT Investree Radhika Jaya (Investree) selaku pelopor Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi (LPBBTI) atau fintech peer to peer (P2P) lending.

“Menyikapi pemberitaan juga atensi masyarakat, OJK ketika ini sedang melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan secara segera terhadap Investree, antara lain mengenai adanya dugaan pelanggaran ketentuan pada operasional dan juga pelindungan konsumen sebagaimana aduan masyarakat,” ucapnya pada keterangan resmi, hari terakhir pekan (16/2).

Aman menerangkan OJK akan menindaklanjuti dengan melakukan langkah-langkah yang tersebut diperlukan sesuai ketentuan pada hal dugaan pelanggaran yang disebutkan terbukti, termasuk akan bekerja serupa dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menggalang proses penindakan lebih besar lanjut terhadap pihak-pihak yang dimaksud dinilai bertanggung jawab menghadapi pelanggaran dimaksud.

Dia mengungkapkan OJK juga memohonkan Investree untuk masih memberikan pelayanan terhadap penduduk sesuai tata kelola yang digunakan baik kemudian mengimbau publik bijak di menyikapi atensi terhadap Investree tersebut.

Seperti diketahui, Investree belakangan ini menjadi sorotan lantaran permasalahan gagal bayar. Bahkan, lender juga menuntut dana mereka itu kembali melalui jalur hukum. Tercatat, sudah ada ada 3 gugatan yang mana dilayangkan lender di tempat Pengadilan Negeri DKI Jakarta Selatan melawan perkara wanprestasi atau gagal bayar.

Berdasarkan pantauan Kontan, gugatan terbaru terdaftar pada 31 Januari 2024 di tempat Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan dengan nomor perkara 123/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL. 

Namun, belum ada detail informasi yang ditampilkan tambahan lanjut di perkara tersebut. Tercantum, nilai gugatan perkara yang disebutkan sebesar Simbol Rupiah 2,25 miliar. 

Selain itu, dua perkara sebelumnya, yakni perkara nomor 43/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL yang didaftarakan 16 lender sebagai penggugat pada 11 Januari juga perkara 1177/Pdt.G/2023/PN JKT.SEL yang digunakan didaftarkan 9 lender sebagai penggugat pada 5 Desember 2023. Sebagai informasi, TKB90 Investree pada 16 Februari 2024 sebesar 83,56%. 



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *