OJK minta warga Kaltim Kaltara waspadai pembohongan lewat media sosial

Market67 Dilihat

IDN Bisnis Tanjung Selor –

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Kaltara mengingatkan rakyat berhati-hati kemudian tidak ada mudah tergiur oleh tawaran keuangan yang dimaksud tiada masuk akal lewat media sosial.

 

“Contoh yang dimaksud paling kerap terjadi adalah pembohongan dengan memanfaatkan arahan di tempat WhatsApp yang dimaksud menyampaikan surat undangan nikah,” kata Kepala OJK Kaltim Kaltara, Made Yoga Sudharma pada Nunukan, Minggu.

 

Menurut Made Yoga, pada waktu ini banyak modus penipuan yang tersebut dijalankan pada bidang keuangan dengan memanfaatkan media sosial. Selain lewat undangan nikah di dalam WhatsApp, juga di bentuk surat tilang, tagihan PLN, bukti kirim barang, kemudian sebagainya.

 

“Kalau itu berasal dari nomor yang digunakan tak dikenal juga kita tak merasa melakukan operasi itu, sebaiknya tidaklah usah di-klik atau di-download, lantaran akan membahayakan,” ujarnya.

 

Baru-baru ini, Made Yoga menyampaikan sosialisasi dan juga edukasi keuangan yang dimaksud diselenggarakan Bankaltimtara dalam Balai Pertemuan Umum (BPU) Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kota Nunukan.

 

Kegiatan yang dimaksud juga dihadiri oleh perwakilan otoritas Kota Nunukan, Bankaltimtara, para camat, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta kontestan sosialisasi.

 

Made Yoga menjelaskan bahwa OJK bertugas mengawasi seluruh perusahaan jasa keuangan, termasuk perusahaan multi finance, perusahaan pembiayaan, asuransi, lalu pinjaman online yang tersebut legal.

 

“Ruang lingkup pengawasan lapangan usaha jasa keuangan itu cukup luas kemudian kami diberikan mandat oleh pemerintah untuk melakukan pengawasan secara ketat," ujarnya.

 

Made Yoga menambahkan, penggelapan juga dapat terjadi akibat kelalaian pelanggan yang digunakan memberikan data pribadinya terhadap orang yang mana tidaklah dikenal yang mana mengaku sebagai petugas bank.

 

“Ada satu persoalan hukum yang tersebut cukup besar, pengaduan satu pengguna itu tabungannya terkuras sampai dengan Rp400 jt sebab ia mengikuti arahan seseorang untuk mengisi data pribadi melalui Threads di dalam WhatsApp yang digunakan diberikan,” ujarnya.

 

Kata Made, “Kejadiannya Hari Sabtu lalu Hari Minggu jadi beliau bukan mengetahui, lalu bank juga tutup. Ketika hari Hari Senin beliau ke bank mengecek rekeningnya mendadak sudah ada habis Rp450 juta. Jadi itu kerugian yang mana dialami oleh pengguna akibat lalai menyimpan data pribadinya.

 

Made Yoga berharap publik tidak ada mengumbar data pribadinya di area media sosial sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang yang tersebut tidak ada bertanggung jawab.

 

Ia juga mengimbau warga terus-menerus memverifikasi legalitas lalu kredibilitas perusahaan jasa keuangan yang tersebut menawarkan hasil atau layanan terhadap mereka.

 

“Kalau bapak dan juga ibu ingin berinvestasi atau meminjam uang, pastikan dulu perusahaan yang dimaksud terdaftar dalam OJK,” ujarnya. 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *