OJK: Risiko korupsi jadi tantangan penegakan integritas

Finansial16 Dilihat

IDN Bisnis Penurunan ranking Corruption Perception Index (CPI) Indonesia tahun 2023 serta tren penurunan nilai indeks integritas di area Indonesia di 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa tingkat risiko korupsi pada Indonesia, termasuk sektor jasa keuangan cukup tinggi,

Jakarta – Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena menekankan bahwa risiko korupsi masih menjadi tantangan penegakan integritas dalam berbagai instansi.

Oleh oleh sebab itu itu, beliau menegaskan OJK terus berjanji untuk melakukan perbaikan berkelanjutan di upaya penegakan integritas OJK lalu sektor jasa keuangan (SJK).

"Penurunan ranking Corruption Perception Index (CPI) Indonesia tahun 2023 juga tren penurunan nilai indeks integritas di area Indonesia di 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa tingkat risiko korupsi dalam Indonesia, termasuk sektor jasa keuangan cukup tinggi, sehingga perlu menjadi concern kita bersama,” kata Sophia pada Jakarta, Rabu.

Menurut Sophia, ke depan OJK terus melakukan strategi penguatan dan juga penegakan integritas OJK serta SJK melalui diseminasi mandiri oleh seluruh satuan kerja first line.

Kemudian mendirikan serta mengembangkan budaya integritas OJK, memperluas ruang lingkup sertifikasi ISO 37001 SMAP untuk seluruh satuan kerja dalam internal OJK, juga menerbitkan peraturan strategi anti-fraud yang digunakan terintegrasi untuk seluruh SJK.

Dalam Governansi Insight Pertemuan yang tersebut diselenggarakan di dalam Jakarta, Selasa (19/3), OJK mengadakan forum diskusi yang mana melibatkan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan juga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna mendiskusikan praktik-praktik terbaik pada penegakan integritas di tempat organisasi masing-masing.

Berdasarkan hasil survei penilaian integritas (SPI) yang mana diselenggarakan KPK pada 2023, OJK berhasil memperoleh nilai sebesar 83,26, berada di area melawan rata-rata Kementerian/Lembaga/Pemda se-Indonesia, yaitu sebesar 70,97.

Hal ini mencerminkan OJK berada pada risiko korupsi rendah, sekaligus menunjukkan strategi penguatan kemudian penegakan integritas OJK telah lama berjalan secara masif juga efektif.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *