OJK terbitkan roadmap pengembangan juga penguatan untuk bidang BPR/S

Finansial153 Dilihat

Harapan kami agar roadmap ini dapat menjadi arah jalan untuk menghadapi beraneka tantangan juga kesempatan pada mewujudkan sektor BPR juga BPRS berubah menjadi bank yang mana berintegritas, tangguh lalu kontributif pada memberikan akses keuangan terhadap perniagaan mikro,

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peta jalan atau Roadmap Pengembangunan serta Menguatkan Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan juga BPR Syariah (BPRS) atau RP2B 2024-2027 untuk meningkatkan kekuatan dan juga mengembangkan BPR/S sekaligus menjawab tantangan lapangan usaha BPR/S pada masa depan.

"Harapan kami agar roadmap ini dapat berubah menjadi arah jalan untuk menghadapi bervariasi tantangan lalu prospek di mewujudkan sektor BPR serta BPRS berubah menjadi bank yang tersebut berintegritas, tangguh lalu kontributif di memberikan akses keuangan terhadap usaha mikro, kecil, juga penduduk dalam wilayahnya," kata Kepala Eksekutif Pengawas Bank OJK Dian Ediana Rae di dalam Jakarta, Senin.

Dokumen yang disebutkan mencakup empat pilar utama antara lain menguatkan bangunan kemudian daya saing, mengakselerasi digitalisasi, menguatkan peran kemudian sumbangan BPR/S, juga meningkatkan kekuatan aspek pengaturan, perizinan dan juga pengawasan.

Dian mengatakan, arah kebijakan OJK di RP2B ini akan berfokus pada tiga aspek yaitu penguatan permodalan, akselerasi konsolidasi, kemudian penguatan tata kelola.

Permodalan yang mana kuat, jelas Dian, akan menyokong tersedianya infrastruktur yang tersebut memadai, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas penyaluran kredit atau pembiayaan, juga mengupayakan pengembangan produk-produk kemudian layanan.

OJK menggalakkan penguatan permodalan baik bagi BPR/S existing melalui kewajiban pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp6 miliar, maupun establishment BPR baru melalui persyaratan modal disetor minimal Simbol Rupiah 25 miliar.

"OJK juga senantiasa melakukan pemantauan, pendampingan, juga berbagi upaya pendekatan dari sisi pengawasan pada rangka menjamin implementasi kebijakan penguatan permodalan BPR serta BPRS berjalan dengan baik," kata Dian.

Menguatkan permodalan yang dimaksud juga telah terjadi menggalakkan berjalannya langkah-langkah konsolidasi sektor BPR lalu BPRS. Sejak tahun 2022, kata Dian, OJK sudah melakukan rute penggabungan serta peleburan berhadapan dengan 83 BPR/S. Menurutnya, konsolidasi sangat dibutuhkan di rangka menguatkan lapangan usaha dan juga meningkatkan kapasitas lalu efisiensi operasional BPR/S.

Mengingat pentingnya peran tata kelola kemudian manajemen risiko untuk menyokong pengembangan BPR/S, OJK juga terus memacu peningkatan implementasi tata kelola yang digunakan baik dan juga manajemen risiko bagi lapangan usaha BPR juga BPRS.

Perbaikan yang disebutkan akan tercermin melalui penyempurnaan ketentuan dan juga peningkatan kualitas lalu kuantitas pengurus dan juga sumber daya manusia (SDM) sektor BPR serta BPRS melalui bervariasi rangkaian kegiatan capacity building.

Dari sisi penguatan ketentuan, di beberapa waktu ke depan, OJK akan menerbitkan POJK mengenai tata kelola BPR/S yang digunakan akan menyempurnakan pilar penerapan tata kelola BPR/S melalui penambahan pilar aspek pemegang saham juga penguatan pilar existing yang tersebut menyempurnakan pengaturan lainnya untuk menggalang pengaturan yang digunakan bersifat principle based.

Kemudian, lanjut Dian, RP2B juga mengupayakan akselerasi digitalisasi bagi BPR/S sesuai permintaan lalu skala perniagaan masing-masing. Pada pilar digitalisasi atau pilar kedua ini, OJK memacu agar BPR/S dapat menyelenggarakan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing BPR/S, baik direalisasikan secara mandiri maupun berkolaborasi dengan lembaga lainnya.

Dalam pilar ketiga, BPR/S diharapkan berperan pada penyaluran pembiayaan untuk bisnis mikro dan juga kecil, diantaranya berpartisipasi pada penyaluran kredit kegiatan pemerintah pusat atau area maupun inisiatif regu percepatan akses keuangan area (TPAKD). Selain itu, OJK juga senantiasa menggerakkan peran BPR/S untuk menggalang literasi serta inklusi keuangan teristimewa bagi warga ke sekitarnya.

"Untuk membantu implementasi ketiga pilar RP2B tersebut, OJK senantiasa berazam pada penguatan sektor BPR/S melalui kewenangan OJK terkait dengan pengaturan, perizinan, kemudian pengawasan melalui pilar keempat yaitu penguatan, pengaturan, perizinan, pengawasan yang dimaksud direalisasikan oleh OJK," kata Dian.

Untuk mewujudkan keempat pilar, Dian menambahkan bahwa diperlukan adanya enabler pendukung, aspek kepemimpinan dan juga manajemen inovasi yang dimaksud baik, dan juga kuantitas juga kualitas SDM yang memadai merupakan hal krusial yang dibutuhkan untuk memulai pembangunan institusi BPR/S.

Pada kesempatan yang mana sama, OJK memberikan apresiasi terhadap 9 BPR/S yang terbagi di tiga kategori yaitu BPR/S dengan penguatan susunan kemudian daya saing, BPR/S yang dimaksud membantu akselerasi digitalisasi, dan juga BPR/S dengan partisipasi untuk bidang usaha mikro kecil serta masyarakat dalam wilayahnya.

OJK juga mengadakan penandatanganan komitmen bersatu sektor bank umum dan juga asosiasi BPR/S di rangka pengembangan capacity building bagi SDM BPR/S. Para pihak yang mana terlibat di komitmen yang dimaksud antara lain BTN, BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA, kemudian BSI, dan juga Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo), Perhimpunan BPR/S Milik otoritas Daerah Se-Indonesia (Perbamida), kemudian Asosiasi Bank Syariah Negara Indonesia (Asbisindo).

Dalam rangka menguatkan BPR/S, selain menerbitkan RP2B, sebelumnya OJK juga telah dilakukan menerbitkan POJK No. 7 Tahun 2024. POJK yang disebutkan ditujukan untuk terus menggalakkan agar BPR/S dapat bertumbuh kemudian tumbuh berubah menjadi lembaga keuangan yang berintegritas, adaptif, juga berdaya saing juga diharapkan mampu berkontribusi pada menyediakan layanan keuangan terhadap penduduk khususnya pelaku usaha mikro kemudian kecil pada wilayahnya.

Artikel ini disadur dari OJK terbitkan roadmap pengembangan dan penguatan untuk industri BPR/S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *