OJK terima minat pendaftaran baru berbagai klaster pelaksana ITSK

Bursa17 Dilihat

IDN Bisnis Bahkan, ada beberapa kluster industri lain yang kita indikasikan sebetulnya nanti kelihatannya nature-nya juga agregator gitu, mirip-mirip

Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Bidang Keuangan, Aset Keuangan Digital, juga Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyatakan pihaknya, dari waktu ke waktu, menerima minat pendaftaran baru dari berbagai klaster pelopor Inovasi Teknologi Bagian Keuangan (ITSK) mengikuti Regulatory Sandbox.

Regulatory Sandbox adalah mekanisme pengujian yang mana dilaksanakan oleh OJK untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, juga tata kelola penyelenggara.

“Di ITSK ini sendiri, saya kira berjauhan dari sudah ada sampai pada titik jenuh. Dari waktu ke waktu, kami menerima minat pendaftaran baru untuk diuji coba di dalam sandbox yang dimaksud merupakan perubahan yang mana betul-betul sebelumnya bukan terfikirkan, lalu sangat baik sebab beririsan atau berkaitan dengan LJK (Lembaga Jasa Keuangan) yang dimaksud telah lebih lanjut dulu ada,” kata beliau di media briefing Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan ITSK di tempat Gedung Sumitro Djojihadikusumo, Jakarta, Selasa.

Beberapa ITSK yang berminat bergabung mengikuti Regulatory Sandbox ialah ITSK terkait dengan aset kripto, Insurance Technology (InsurTech), hingga tokenisasi.

Bagi dia, tentu sangat baik apabila berbagai klaster pelaksana ITSK yang disebutkan melalui fase uji coba terlebih dahulu di tempat OJK melalui liniensi (leniency) pada merek melakukan eksplorasi dalam framework regulatory yang digunakan mengedepankan Sandbox.

“Kalau sekarang faktanya memang benar agregator masih yang paling berbagai tercatat dalam Sandbox kita, ada 36. Bahkan, ada beberapa kluster kegiatan bisnis lain yang digunakan kita indikasikan sebetulnya nanti kelihatannya nature-nya juga agregator gitu, mirip-mirip. Dari 52 (penyelenggara ITSK yang tersebut sudah ada masuk ke pada Sandbox), yang digunakan tersisa ini sebagian besar di dalam antaranya memang sebenarnya ada pada kluster atau keluarga model bidang usaha agregator,” ungkap dia.

Menurut Hasan, agregator sangat efektif di menggalang berbagai kegiatan di dalam sektor keuangan, teristimewa pada mengedepankan better, cheaper, dan juga faster bagi pelanggan sebab mampu menjadi one stop solution bagi para pelanggan.

Untuk Financial Technology (Fintech) Lending, apabila sudah ada memenuhi kriteria kelayakan sebagai pengurus ITSK, maka akan diarahkan OJK agar tak lagi masuk ke pada fase uji coba di area Sandbox. Penyelenggara ITSK pada klaster yang disebutkan cukup diberikan arahan atau konsultansi guna memudahkan di proses perizinan pada sektor bersangkutan.

Begitu pula dengan pengurus ITSK yang mana telah berizin di dalam bursa modal. Jika dia hendak mendaftar menjadi kontestan Sandbox lalu ternyata, misalnya, tak lagi beraktivitas sebagai securities crowdfunding, maka tidaklah perlu lagi masuk ke Sandbox, tetapi akan diarahkan untuk mengajukan perizinan di dalam kompartemen pangsa modal.

“Jadi, kita tak juga memerlukan ia berlama-lama juga kehilangan waktu lainnya di dalam Sandbox kalau sebelumnya terkonfirmasi sebetulnya menjadi model usaha yang mana sudah ada lebih besar dulu ada perizinannya. Demikian juga kalau perizinannya sudah ada ada di tempat tempat kami. Misalnya, kalau ternyata beliau (penyelenggara ITSK tertentu) masuk kurang tambahan sejenis dengan (penyedia) innovative credit scoring yang digunakan sedang kita siapkan peraturan penyelenggaraan untuk pendaftaran juga perizinannya, ya tentu ia juga tak perlu masuk pada Sandbox,” kata Hasan.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *