OJK tindakan 45 iklan jasa keuangan yang tersebut tak sesuai pada triwulan I 2024

Market17 Dilihat

Pada triwulan I 2024, OJK melaksanakan pemantauan terhadap 2.210 iklan barang dan/atau layanan jasa keuangan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 45 iklan serta iklan hasil dan/atau layanan jasa keuangan yang dimaksud bukan memenuhi kriteria pada triwulan I 2024 lalu mengirimkan surat pembinaan terhadap pelaku perniagaan jasa keuangan (PUJK) terkait sebagai upaya meningkatkan pemeliharaan konsumen.

"Pada triwulan I 2024, OJK melaksanakan pemantauan terhadap 2.210 iklan komoditas dan/atau layanan jasa keuangan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, kemudian Pelindungan Pelanggan OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Jakarta, Senin.

Dari total tersebut, ia menuturkan bahwa berjumlah 2,03 persen atau 45 iklan tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya pun mengirimkan surat pembinaan terhadap PUJK untuk segera melakukan langkah perbaikan atau menghentikan pencantuman iklan pada rangka memberikan pelindungan juga menjaga dari kerugian konsumen kemudian masyarakat.

Sementara itu, terkait pengaduan konsumen, ia menyatakan bahwa hingga 30 April 2024 pihaknya menerima 9.101 pengaduan dari total 127.220 permintaan layanan melalui Program Portal Pelindungan Pelanggan (APPK).

Dari jumlah agregat tersebut, sebanyak 3.262 pengaduan terkait perbankan, 3.347 pengaduan terkait bidang financial technology, 1.952 pengaduan terkait sektor pembiayaan, 423 pengaduan terkait bidang asuransi, dan juga sisanya terkait layanan sektor pangsa modal lalu lapangan usaha keuangan non-bank (IKNB) lainnya.

Tidak cuma penindakan temuan serta pengaduan masyarakat, OJK juga berupaya untuk menguatkan literasi kemudian inklusi keuangan dengan melaksanakan kegiatan edukasi keuangan.

Friderica menyatakan bahwa pihaknya mengatur 655 kegiatan edukasi keuangan yang digunakan dihadiri oleh oleh 682.645 partisipan secara nasional sejak 1 Januari hingga 30 April 2024.

"Selain itu, terdapat 47.867 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) OJK, dengan akses modul sebanyak 55.807 kali kemudian penerbitan 43.265 sertifikat kelulusan modul," ujarnya.

LMSKU OJK pun telah terjadi menerbitkan 43.265 sertifikat kelulusan modul sejak awal tahun hingga 30 April lalu.

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga menggunakan kanal Sikapi Uangmu untuk meningkatkan literasi keuangan warga melalui konten digital. Kanal yang disebutkan sudah pernah mempublikasikan 140 konten dengan jumlah keseluruhan kunjungan mencapai 537.312 viewers sepanjang Januari sampai dengan April 2024.

Upaya penguatan literasi kemudian inklusi keuangan yang disebutkan juga didukung oleh beraneka pihak, diantaranya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Friderica menyampaikan bahwa 516 TPAKD telah terjadi terbentuk pada 34 provinsi kemudian 482 kabupaten/kota hingga akhir April lalu, sehingga cakupan pembentukan TPAKD dalam tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota pada saat ini mencapai 93,48 persen.

"Selain itu, sebagai rangkaian Aksi Nasional Bangga Buatan Indonesia/Bangga Berwisata di Nusantara (Gernas BBI/BBWI), sampai dengan April 2024 sudah pernah dilaksanakan enam kegiatan pelatihan lalu pendampingan UMKM yang dimaksud dihadiri oleh oleh 1.373 UMKM dari 17 kabupaten/kota dalam Sumatera Selatan," imbuhnya.

Artikel ini disadur dari OJK tindak 45 iklan jasa keuangan yang tak sesuai pada triwulan I 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *