OJK tingkatkan sinergi wujudkan sektor jasa keuangan pada Kepri berkembang

Finansial14 Dilihat

IDN Bisnis Untuk menangani isu pelindungan konsumen sektor jasa keuangan serta mengupayakan kesetaraan literasi serta inklusi keuangan, OJK juga mengupayakan inisiatif literasi dan juga inklusi keuangan secara masif baik secara tatap muka (offline) maupun daring (online) melalu

Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau meningkatkan kolaborasi lalu sinergi bersatu pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan lalu seluruh rakyat pada wilayah setempat pada mewujudkan penyelenggaraan sektor jasa keuangan di tempat Kepulauan Riau yang sehat kemudian bertumbuh.

Kepala OJK Kepri Rony Ukurta Barus pada keterangan dalam Batam, Rabu, mengatakan, beberapa pencapaian acara OJK Kepri bekerja mirip dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sampai dengan akhir 2023, di area antaranya optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 26.673 debitur dengan total jumlah keseluruhan penyaluran kredit sebesar Rp1,7 miliar, optimalisasi penyaluran Kredit Ultra Mikro (Umi) sebanyak 9.744 debitur dengan total jumlah total penyaluran kredit sebesar Rp47,63 miliar.

Kemudian optimalisasi penyaluran kredit subsidi suku bunga 0 persen atau Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) sebanyak 1.108 debitur dengan total jumlah agregat penyaluran kredit sebesar Rp20,87 miliar, akselerasi inisiatif KEJAR (satu akun satu pelajar) sebanyak 315.094 account dengan total simpanan/tabungan sebesar Rp100,38 miliar.

Selanjutnya, optimalisasi Laku Pandai, 8.092 agen dengan total tabungan sebesar Rp5,082 miliar, pelaksanaan bussines matching, sudah dijalankan 15 kegiatan yang tersebut melibatkan 1.954 peserta/UMKM, juga peningkatan literasi keuangan untuk komoditas penanaman modal (pasar modal, tabungan emas juga produk-produk lainnya) untuk menghindari publik dari penanaman modal bodong.

"Dari sisi edukasi juga proteksi konsumen, sejak Januari 2024 Kantor OJK Kepri menerima 387 layanan konsumen, dengan rincian sebanyak 25 pengaduan konsumen, 20 informasi dan juga 342 pertanyaan," kata Rony.

Ia menjelaskan dari 186 pengaduan konsumen, pengaduan konsumen dari perbankan sebanyak 16 pengaduan (64 persen), sebanyak 5 pengaduan dari perusahaan pembiayaan (20 persen), dan juga sebanyak 4 pengaduan dari perusahaan fintech (16 persen).

"Dari jumlah total pada atas, sebanyak 14 dengan status selesai, 7 mengantisipasi tanggapan konsumen, 3 di penanganan PUJK dan juga 1 menanti info konsumen," ujar dia.

Rony menyampaikan sampai dengan akhir Januari 2024 Kantor OJK Kepri juga memberikan layanan Sistem Layanan Berita Keuangan (SLIK) sebanyak 514 layanan, baik secara online sebanyak 324 layanan maupun yang dimaksud walk in sebanyak 190 layanan.

"Untuk menangani isu pelindungan konsumen sektor jasa keuangan kemudian memacu kesetaraan literasi lalu inklusi keuangan, OJK juga menyokong inisiatif literasi lalu inklusi keuangan secara masif baik secara tatap muka (offline) maupun daring (online) melalui Learning Management System (LMS) lalu media sosial," kata dia.

Selain itu, sejak Januari 2022 hingga akhir Desember 2023, OJK Kepri telah lama melaksanakan 75 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau sekitar 9.433 peserta.

Pertemuan edukasi yang disebutkan dilaksanakan di dalam beberapa kabupaten/kota di area seluruh Provinsi Kepri, yaitu sebanyak 46 kegiatan dilaksanakan dalam Daerah Perkotaan Batam, 15 kegiatan dilaksanakan dalam Wilayah Karimun, 6 kegiatan dilaksanakan di dalam Pusat Kota Tanjungpinang, 3 kegiatan dilaksanakan di tempat Daerah Anambas, masing-masing 2 kegiatan dilaksanakan pada Kota Bintan juga Kota Lingga, juga 1 kegiatan dilaksanakan dalam Kota Natuna.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *