Operator HP Bingung Minta Insentif Malah Dikasih Syarat Baru

Techno23 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Sejak tahun lalu, Kementerian Kominfo merencanakan insentif bagi operator seluler (opsel) di tempat Indonesia. Namun, sampai pada waktu ini operator seluler masih menantikan kebijakan yang disebutkan terealisasi.

Mengenai insentif, Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir menyatakan opsel menginginkan regulatory charge (biaya terkait regulasi) turun.

Saat ini, rata-rata regulatory charge opsel mencapai 12 persen, padahal kata Marwan, menurut world forum GSMA lapangan usaha akan sangat sehat kalau angkanya ada pada bawah 5 persen, moderat di tempat 5-10 persen, juga berat di dalam melawan 10 persen.

“Saatnya sekarang pemerintah mau ke mana, mampu di area 5-10 persen udah alhamdulillah. Berarti kan harus cut, harus dipotong regulatory charge” ujar Marwan ketika ditemui di area Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Menurutnya, insentif itu menjadi ‘bahasa’ pemerintah. Artinya, insentif yang tersebut nantinya akan diberikan itu barsyarat alias bukan gratis. Ketika opsel diberikan insentif, kata dia, akan disertai oleh kewajiban baru lainnya, jadi mereka tak benar-benar mendapat apa yang mana menjadi tuntutan yakni potongan regulatory charge.

“Kita kan ngarepinnya dipotong, tidak dikasih kewajiban baru. Keringanan aja, kalau keringanannya enggak ikhlas ya susah. Mau ngasih tapi ada syaratnya,” tegasnya.

“Ini kan bahasa-bahasa yang dimaksud … mungkin saja ada syaratnya, kita tunggu lah semoga tidak ada ada syarat-syarat berat,” Marwan melanjutkan.

Ia kemudian memaparkan apa hanya syarat-syarat yang mana diminta pemerintah apabila insentif itu diberikan untuk opsel, salah satunya adalah aturan tentang fee. Kedua, dari bocoran yang tersebut sempat disampaikan secara verbal, akan ada kewajiban memulai pembangunan di area area 3T lagi.

“Lalu kita bilang, kita mengantisipasi beban ini berapa pengurangannya kira-kira gitu. Jadi kalau ada pengurangan tapi ada kewajiban baru kan?” kata Marwan.

Marwan yang juga menjabat sebagai Sekjen ATSI menyampaikan telah lama mengirim surat untuk presiden pada September tahun lalu terkait tuntutan tersebut. Tapi dikarenakan sampai 7 bulan ini belum ada kejelasan, ia mengungkapkan akan menyurati lagi di waktu dekat.

“Iya surat kita 4 September diajukan. Nanti kita tunggu, pasti kita akan tanya sekarang sudah ada hampir 7 bulan, ya mungkin saja sebentar lagi kali kita nyuratin lagi.” pungkasnya.

Artikel Selanjutnya Pajak Kian Mahal, Operator Seluler Sulit Perluas Layanan

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *