Orang Hal ini Cuan Mata Uang Rupiah 585 T Gara-gara Typo Nama Toko, Kok Bisa?

Entrepreneur24 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta –  Ini adalah adalah kisah Tadashi Yanai. Dia pendiri toko baju ternama dunia, yakni Uniqlo. Namun, belum sejumlah orang tahu bahwa kejayaannya dalam Uniqlo bermula dari kesalahan memberi nama toko. Bagaimana bisa?

Typo Nama Toko Bawa Berkah

Sejak kecil, hidup Tadashi Yanai tak begitu sulit. Dia tumbuh-besar di area keluarga cukup berada. Sebab, bapaknya memiliki toko pakaian pria bernama Ogori Shoji, di area Ube, Yamaguchi Jepang. Berkat itu pula ia dapat bersekolah sampai jenjang universitas.

Meski menjadi pewaris usaha keluarga, pria kelahiran 7 Februari 1949 itu tak dengan segera mengurusi toko Ogori Shoji. Dia malah menjadi sales pada Supermarket Jusco selama tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri dari melawan desakan bapaknya. Barulah selanjutnya ia turun gunung membesarkan toko baju bapaknya itu tepat di dalam tahun 1984.

Turun gunung-nya Yanai dibarengi juga oleh membuka toko baju bernama Unique Clothing Warehouse yang mana disingkat Uniclo. Uniclo khusus memasarkan pakaian olahraga pabrikan ternama jika Amerika Serikat (AS) seperti Nike dan juga Adidas. Akibat warga Negeri Sakura ketika itu sedang gandrung terhadap hasil AS, praktis Uniclo yang tersebut memasarkan barang dengan nilai hemat pun laris-manis.

Imbasnya, di area Jepang, Uniclo telah ada dimana-mana. Namun, ketika ingin ekspansi ke luar negeri terjadilah satu insiden yang mana mengubah perjalanan hidup Yanai kemudian Uniclo.

Mengutip South China Morning Post (SCMP), cerita bermula ketika Yanai hendak ekspansi ke Hongkong pada 1988. Ketika melakukan proses administrasi untuk legalitas perusahaan, salah satu staff salah menuliskan nama toko. Dari sebelumnya “Uniclo” menjadi “Uniqlo”.

Yanai baru mengetahui kesalahan itu pasca toko di dalam Hong Kong memajang nama Uniqlo tidak Uniclo dalam depan gerainya. Pikirnya, daripada ribet mengubah nama toko di area Hong Kong akibat telah terlanjut ter-branding, lebih banyak baik mengubah seluruh nama toko yang digunakan ada. Termasuk mengubah nama perusahaan. Alhasil, Yanai melakukan pergantian nama pada seluruh gerai Uniclo di tempat Jepun menjadi Uniqlo.

Tak disangka, pembaharuan nama itu justru menjadi berkah. Gerai Uniqlo ibarat virus. Hal ini menyebar sangat cepat di waktu cukup singkat. Sampai tahun 1998 saja, Uniqlo sudah ada mempunyai 300-an toko.

Kendati demikian, Yanai tak puas. Dia tak mau Uniqlo cuma memasarkan barang-barang item dari perusahaan lain. Dia ingin Uniqlo seperti H&M, Marks & Spencer, Esprit serta produk-produk Eropa lain yang dimaksud memproduksi pakaian sendiri. Lantas, mengutip situs ABC, Yanai berkonsultasi dengan John Jay, pakar periklanan.

Kata Jay, Uniqlo sebaiknya memproduksi baju yang dimaksud diperuntukkan untuk orang Asia. Apabila merek-merek Eropa yang telah disebut sebelumnya mengirimkan barang untuk orang Eropa, maka Uniqlo harus menimbulkan baju sesuai karakteristik Asia. Selain itu perusahaannya juga diharuskan untuk menghasilkan baju menggunakan teknologi yang menimbulkan pengguna merasa cocok.

Sebagaimana dituliskan Fast Company, dari nasehat inilah Uniqlo menimbulkan tiga jenis item baju antara lain pakaian sangat ringan (lightweight), pakaian untuk cuaca dingin lalu menyebabkan suhu tetap memperlihatkan panas (heat tech), lalu pakaian yang adem (airism). Tak disangka seluruh ketiga jenis barang itu laku di area lingkungan ekonomi Asia.

Bagi orang Asia yang digunakan kerap beraktivitas maka merek membeli kategori lightweight. Bagi penduduk tropis seperti Indonesia maka merekan membeli produk-produk airism. Begitu pula penduduk Asia beriklim dingin, maka mereka membeli heat tech.

Ketiga kategori inilah yang digunakan menjadi kunci sukses pelanggan Uniqlo. Berkat pembaharuan ini pula, di laman resminya, Uniqlo mempunyai 2.394 gerai di tempat seluruh dunia. Di Indonesia semata ada 63 toko. Semuanya tergabung pada bawah bendera Fast Retailing.Co milik Yanai.

Atas besarnya usaha Uniqlo, pada saat ini Yanai dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya nomor satu dalam Jepang. Sedangkan Bloomberg International Index menempatnya di tempat urutan ke-35 sebagai orang terkaya pada dunia. Tercatat, harta kekayaanya mencapai US$ 38,6 miliar atau setara Mata Uang Rupiah 585 triliun.

Artikel Selanjutnya Rahasia Kelezatan Coca Cola Tempo Dulu Sempat Pakai Narkoba

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *