Orang Terkaya RI Hal ini Ternyata Bolak-balik Gunung Kawi

Entrepreneur19 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Bumi perusahaan kerap kali tiada hanya saja memperhitungkan hitungan serta data ekonomi, tetapi juga menyangkut hal spiritual. Karena itu, tak jarang ditemui entrepreneur yang mendatangi tempat keramat atau menemui ‘orang pintar’ supaya bisnisnya berhasil.

Praktik-praktik spiritual seperti itu ternyata juga pernah dilakoni oleh pendiri Salim Group, Sudono Salim alias Liem Sioe Liong. Pendiri perusahaan besar seperti BCA, Indocement serta Indofood ini disebut kerap bolak-balik ke Gunung Kawi untuk bertemu guru spiritual supaya lancar di berbisnis.

Cerita Salim berkunjung ke Gunung Kawi salah satunya terjadi ketika dirinya menunjuk Mochtar Riady untuk mengembangkan bisnisnya, Bank BCA. Kisah kerja serupa itu bermula ketika Salim lalu Mochtar bertemu di tempat pesawat menuju Hong Kong pada 1975. Selama perjalanan, keduanya terlibat perbincangan ihwal dunia perbankan.

Riady cerita kalau ingin mengembangkan bank baru. Sementara Salim menimpali keinginan itu dengan mengungkapkan kalau beliau kebetulan memang benar sedang mencari bankir untuk mengurusi tiga banknya, yakni Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, kemudian Bank Central Asia (BCA). Bagi Salim, Riady adalah orang yang dimaksud tepat.

Alhasil, didorong oleh satu kepentingan mirip keduanya bekerja mirip untuk mendirikan BCA. Di tangan Riady, BCA menjelma menjadi bank swasta terbesar dalam Indonesia sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Seandainya Salim tidak ada menunjuk Riady, mungkin saja cerita akan berbeda.

Menariknya, prediksi BCA akan cemerlang di tempat tangan Riady telah sedari awal disadari oleh Salim. Sebab, penunjukan Riady tak juga merta menyeberangi perhitungan bisnis, tetapi juga dari nasehat peramal.

“Sekembalinya dari Gunung Kawi [menemui peramal], dengan keyakinan beliau berkata kalau “aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mohctar”,” kata Salim dikutipkan dari Liem Sioe Liong lalu Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016) karya Richard Borsuk lalu Nancy Chng.

Perlu diketahui, Gunung Kawi memang sebenarnya dikenal sebagai tempat yang digunakan kerap didatangi orang-orang untuk tujuan mistik, termasuk mengajukan permohonan ramalan dari dukun. Dan Salim punya misi khusus tiap kali ke sana. Dalam paparan Richard dan juga Nancy, Salim tercatat kerap bolak-balik Surabaya-Gunung Kawi.

Dia rela menempuh perjalanan panjang selama 3 jam lebih. Dia dapat ke sana 3-5 kali di setahun khusus untuk berdiam diri pada kuil China. Biasanya, ia berkunjung ke sana setiap ingin memulai industri besar. Dia bahkan melakukan beberapa ritual khusus.

“Di kuil-kuil tempat beliau bersembahyang, Liem kerap mengandalkan cara-cara gaib untuk membantunya memutuskan langkah apa yang mana harus diambil. Salah satu cara yang tersebut biasa dipakai adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu sampai sebatang lidi kelar, tulisan di area lidi itu lalu dibaca lalu ditafsirkan oleh rahib atau peramal,” kata Richard kemudian Nancy.

Tiap kali peramal itu berucap, Salim jelas mempercayainya. Dia tidaklah ingin salah langkah kemudian kerusakan besar jikalau tiada “nurut” pada peramal. Ternyata, Salim melakukan ini tidaklah hanya sekali untuk memulai bisnis. Namun, juga untuk meramal bangunan atau suatu tempat. Soal ini, Salim juga ada cerita khusus.

Pada 1968, ia bersatu Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan juga Ibrahim Risjad ingin memulai bisnis. Salim tak mau kantornya berada di tempat ruangan besar kemudian nyaman, sekalipun ia bisa saja menyewa atau membelinya. Dia malah ingin memulai kegiatan bisnis dalam ruangan kecil-sesak yang dimaksud terdiri dari satu telepon, satu meja, lalu dua kursi tanpa pendingin ruangan.

Berbagai bujukan agar pindah kantor tak digubris oleh Salim. Dia ngotot mempertahankan ruangan itu. Alasannya lantaran sangat baik dari segi Feng Shui dan juga telah dikonsultasikan ke ahli.

Belakangan, kepercayaan itu terbukti. Bisnis Salim bersatu teman-temannya itu moncer. Lebih dari itu, berkat upaya melibatkan hal-hal mistik-spiritual, bidang usaha Salim ke depan makin menggurita. Dia pun bisa jadi kaya raya menjadi orang terkaya Indonesia sepanjang Orde Baru berkuasa.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *