Otban ingin Pemda Bali bantu atur RTRW buat pengembangan seaplane

Market34 Dilihat

Sebenarnya ada prospek besar sekarang dan juga tentunya kami ingin ada dukungan dari pemerintah daerah, kan ada peraturan wilayah tentang RTRW Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023, itu Mertasari belum masuk di perdanya

Badung – Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Agustinus Budi Hartono mengajukan permohonan bantuan Pemda Bali urusan peraturan rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk menggalang pengembangan seaplane atau pesawat amfibi ke Pantai Mertasari, Denpasar.

“Sebenarnya ada kesempatan besar sekarang juga tentunya kami ingin ada dukungan dari pemerintah daerah, kan ada peraturan wilayah tentang RTRW Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023, itu Mertasari belum masuk di perdanya,” kata dia.

Agustinus usai penyambutan pendaratan maskapai Etihad pada Kota Badung, Rabu, menyatakan Bali memiliki prospek untuk pengoperasian seaplane, bahkan pada pantai yang disebutkan sanggup dikembangkan bandar udara perairan.

“Di Bali telah cukup ada potensi lah, wisatawannya banyak, kita lihat juga geografinya Pulau Bali memungkinkan apalagi sejumlah pulau-pulau tempat wisata yang tersebut tak terjangkau, itu sebenarnya ada potensi besar sekarang,” ujarnya.

Berbeda dengan peraturan tata ruang dalam Pantai Mertasari, Otban Wilayah IV mengamati pada Bali utara justru sudah ada aman dari sisi peraturan daerah, sehingga harapannya pesawat amfibi dapat menghubungkan Bali utara lalu selatan.

“Yang Banyuwedang (Buleleng) itu sebenarnya telah siap lantaran sudah ada masuk di dalam peraturan tempat tersebut, saya dapat informasi akan dijalankan uji terbang nanti disana bulan Juli,” kata dia.

Diketahui sebelumnya uji terbang pesawat amfibi dilaksanakan ke Pantai Mertasari pada Kamis (20/6), Otban Wilayah IV meninjau tak ada hambatan besar mengganggu sehingga potensial jikalau dikerjakan pengerjaan bandar udara perairan disana.

Namun beberapa yang dijadikan catatan adalah angin kencang, banyaknya kapal di dalam sekitar pantai, juga adanya layang-layang yang tersebut memang benar rutin diterbangkan komunitas lokal.

“Itu harus jadi PR kita apabila Pantai Mertasari dijadikan bandar udara perairan, harus kerja sejenis dengan penduduk adat disana, sebanding kemarin ada layang-layang, itu lah tantangan kita bersama,” kata Agustinus.

Menurut dia, tak ada lagi permasalahan lain di rencana pengoperasian seaplane lalu pengerjaan bandara di dalam pantai, apalagi beberapa operator sempat menyambangi otoritas bandara untuk menghadirkan bekerja sama.

Artikel ini disadur dari Otban ingin Pemda Bali bantu atur RTRW buat pengembangan seaplane

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *