Otorita IKN dialog dengan tokoh adat Kaltim bahas pelestarian budaya

Market25 Dilihat

IDN Bisnis Ibukota – Otorita Ibu Daerah Perkotaan Nusantara (OIKN) berdialog dengan para tokoh adat di tempat Kalimantan Timur pada acara menyingkap bersatu puasa Ramadhan sebagai upaya untuk meningkatkan kebersamaan kemudian menyamakan persepsi terkait pentingnya menjaga nilai-nilai budaya pada konstruksi IKN.

Dikutip dari siaran pers OIKN, Jumat, Direktur Kebudayaan, Pariwisata, lalu Kondisi Keuangan Kreatif OIKN Muhsin Palinrungi menyatakan bahwa rapat dengan dengan para tokoh adat ini penting untuk mempererat hubungan dan juga komunikasi, lalu memverifikasi pembangunan IKN berjalan lancar.

“Melalui kegiatan membuka dengan puasa Ramadhan ini kami ingin seluruh tokoh adat di tempat Kalimantan Timur lalu Indonesia bersatu padu pada kebersamaan untuk Indonesia yang dimaksud saat ini sedang giat-giatnya mendirikan IKN,” ujar Muhsin selepas acara menyingkap puasa dengan dengan tokoh-tokoh budaya juga adat di dalam Balikpapan, Rabu (3/4).

Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi ini juga bertujuan sebagai sarana untuk menyamakan persepsi tentang perkembangan IKN, yang dimaksud merupakan salah satu upaya kesetaraan pembangunan.

Menurut Muhsin, para tokoh adat miliki peran penting pada pembangunan IKN dalam Kalimantan Timur. Mereka bertanggung jawab untuk memelihara nilai-nilai budaya setempat, yang tersebut bukan hanya saja penting untuk menjaga identitas, tetapi juga menjadi inti dari semangat penyelenggaraan IKN itu sendiri.

“Nilai budaya nasional adalah ruh dari perkembangan IKN, sehingga harus tetap memperlihatkan terjaga pada bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” lanjut dia.

Sementara itu, Sultan Paser, YM Aji Muhammad Jarnawi, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Ibu Pusat Kota Nusantara. Dia juga menekankan pentingnya terciptanya simbiosis budaya yang dimaksud menguntungkan bagi suku-suku di area sekitar Nusantara sebagai bagian dari upaya pelibatan dan juga pemberdayaan publik lokal.

Dia menuturkan strategi pembangunan yang dimaksud dicanangkan harus harmonis juga sejalan dengan aspirasi pemerintah daerah, menghormati, serta memperkaya keberagaman budaya daerah. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Bahasa Daerah, yang tersebut menggarisbawahi pentingnya melindungi dan juga melestarikan bahasa dan juga budaya tempat sebagai aset nasional yang mana berharga.

“Harapan kami pemajuan kebudayaan ini bukanlah sekedar orang, bahasa, budaya tetapi juga mempertahankan keberagaman kemudian ketahanan RI. Etnis apa pun bisa jadi sama-sama mempertahankan agar tetap saja utuh keberadaannya,” ujarnya.

Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Martinus Usat, menyatakan pentingnya merencanakan penyelenggaraan IKN sebagai sebuah pusat budaya.

Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya sekali perlu direncanakan dengan baik, tetapi juga harus diperjuangkan untuk memverifikasi bahwa kebudayaan lokal mendapat tempat yang digunakan layak di kerangka pengerjaan yang tersebut lebih tinggi luas, sebagai upaya untuk melestarikan serta memasarkan warisan budaya Dayak di area Kalimantan Timur.

“Kami juga berharap jangan sampai ada orang lokal yang dimaksud terpinggirkan,” pungkasnya.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *