Pakar: Rajin ganti oli menciptakan mesin motor matic bekerja lebih banyak halus

Ragam16 Dilihat

Ibukota (ANTARA) – Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyatakan bahwa rajin mengganti oli secara rutin dapat menyebabkan mesin pada motor matic bekerja tambahan halus, bertenaga serta menghindari kehancuran mesin.

“Motor matic membutuhkan dua jenis oli yang digunakan berbeda, yaitu oli mesin kemudian oli transmisi. Pergantian oli mesin secara berkala umumnya dikerjakan setiap 2.000-3.000 kilometer, sedangkan untuk oli transmisi 8.000-10.000 kilometer,” kata Yannes ke Jakarta, Kamis.

Yannes menuturkan oli mesin motor matic untuk penyelenggaraan ringan biasanya memakai tingkat kekentalan yang mana sesuai dengan rekomendasi pabrikan antara 10W-30, 10W-40. Sedangkan untuk pemakaian ekstrem sebaiknya gunakan oli dengan tingkat kekentalan yang mana lebih besar tinggi, misalnya 15W-40 atau 20W-50 untuk memberikan pemeliharaan ekstra pada mesin.

Walaupun demikian, penggantian oli diperlukan dikarenakan oli yang jernih serta kental amat dibutuhkan untuk melumasi mesin yang tersebut terus mengalami gesekan. Jika oli dibiarkan kotor maka akan muncul endapan yang digunakan akan menyumbat saluran oli, sirkulasi kemudian mengganggu performa mesin.

Baca juga: Alasan motor matic tambahan baik pakai oli khusus

Baca juga: Dirawat dengan baik, motor matic bisa saja gahar kemudian masih irit

Piston, bearing, kemudian camshaft juga dapat berubah jadi ringan rapuh dan juga rusak apabila tak diantisipasi dengan perawatan berkala.

“Penggantian oli yang mana rutin juga dapat menghemat biaya perawatan serta melindungi nilai jual motor,” katanya.

Yannes mengkaji bahwa oli motor matic yang baik umumnya mengandung beberapa komponen dasar seperti zat aditif seperti detergen untuk membersihkan kotoran juga residu dari komponen mesin, dispersant untuk menyimpan kotoran kekal tersuspensi pada oli agar tiada menempel pada komponen mesin, juga anti-oksidan untuk melindungi oli dari oksidasi yang tersebut dapat menyebabkan kehancuran mesin.

Maka dari itu, ia menyarankan beberapa oli yang tersebut dapat digunakan masyarakat. Pertama, ada oli PTT Lubricants Challenger Scooter 10W-30 yang dimaksud dibekali teknologi additive molybdenum untuk menurunkan ketegangan pada mesin, meningkatkan respons akselerasi kemudian performa irit materi bakar

Kedua Shell Advance AX7 Matic 10W-40 yang tersebut berguna untuk memberikan pengamanan besar terhadap keausan pada mesin, mempertahankan kebersihan mesin, dan juga mengoptimalkan kinerja pada bermacam kondisi.

Kemudian Castrol Power1 Scooter 10W-40 yang dimaksud dapat memberikan pelumasan yang dimaksud optimal untuk mesin dengan pengalaman berkendara yang mulus, Motul Scooter LE 4T 10W-30 dengan teknologi Low Emission (LE) juga diformulasikan dengan teknologi HC-Tech dapat meminimalkan emisi, namun permanen dapat merawat performa mesin.

Sementara yang mana terakhir ada Yamalube Super Matic 10W-40 yang dimaksud mengandung Molybdenum yang mana memberikan tingkat pertentangan yang dimaksud sangat rendah sehingga mesin motor bekerja dengan maksimal.

Baca juga: Cara berkendara skutik di dalam rute "offroad" menurut instruktur Yamaha

Baca juga: Jangan lakukan ini jikalau Vespa matic Anda terendam banjir

Baca juga: Motor matik biaya pada bawah Rp4 jutaan

 

Artikel ini disadur dari Pakar: Rajin ganti oli membuat mesin motor matic bekerja lebih halus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *