Pasar Optimis The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Naik Ketat

Market14 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca salah satu pejabat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) meyakini tahun ini akan memangkas suku bunganya.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat tipis di area bilangan bulat Rp15.605/US$ atau naik sebesar 0,06% kemudian tidak ada sampai dua menit, rupiah kembali ke tempat Rp15.615/US$ yang dimaksud merupakan level penutupan perdagangan kemarin (18/1/2024).

Sementara indeks dolar Negeri Paman Sam (DXY) pada pukul 8.50 Waktu Indonesia Barat turun 0,16% menjadi 103,37. Angka ini lebih tinggi rendah dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang berada di dalam hitungan 103,53.

Kemarin, Amerika Serikat merilis data ketenagakerjaan yang tersebut jarak jauh dari ekspektasi pangsa serta hal ini dapat memproduksi pemuaian Amerika Serikat semakin sulit dikendalikan.

Biro Ketenagakerjaan Negeri Paman Sam melaporkan penurunan klaim awal tunjangan pengangguran sebanyak 16.000 menjadi 187.000 untuk pekan yang dimaksud berakhir 13 Januari 2024.

Klaim pengangguran Amerika Serikat menandai tempat terendah sejak September 2022, meleset terpencil dari perkiraan yang tersebut proyeksi naik ke 207.000, menurut penghimpun data Trading Economics.

Data yang dimaksud semakin mencerminkan data bursa tenaga kerja Negeri Paman Sam yang masih cukup ketat, melengkapi data yang mana rilis sebelumnya seperti jumlah agregat pekerjaan yang digunakan tercatat kecuali pertanian yang diluar dugaan naik menembus 216.000, ditambah tingkat pengangguran yang digunakan rendah di dalam bilangan bulat 3,7% pada Desember 2023.

Ekonomi Amerika Serikat yang terbilang jarak jauh dari resesi ini disepakati Robert Pavlik, Senior manajer portofolio Dakota Wealth yang digunakan menyatakan lingkungan ekonomi tenaga kerja masih kuat mengindikasikan perekonomian Negeri Paman Sam masih kuat.

“Pasar masih kuat, pelaku bisnis masih ragu-ragu untuk memberhentikan pekerjanya; ini merupakan indikasi perekonomian yang digunakan masih tumbuh,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior pada Dakota Wealth.

Kendati demikian, sentimen positif tetap memperlihatkan hadir khususnya setelahnya Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic menyatakan para pengambil kebijakan kemungkinan besar akan mulai menurunkan suku bunga pada kuartal ketiga mendatang.

Hal ini memberikan angin segar bagi bank sentral di area global termasuk Indonesia untuk juga turut memangkas suku bunga acuannya agar dapat menggerakkan roda perekonomian.

CNBC INDONESIA RESEARCH

Artikel Selanjutnya Segini Harga Jual Beli Kurs Rupiah pada Money Changer

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *