Pasca Ambruk, Saham TINS Tiba-Tiba Melesat 7,79% ke Rupiah 820

Market30 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Emiten pertambangan BUMN logam PT Timah Tbk (TINS) terpantau berhasil bangkit dari zona koreksi pada perdagangan sesi I Kamis (21/3/2024), meski perseroan sedang terseret di tindakan hukum korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perseroan tahun 2015-2022.

Per pukul 11:10 WIB, saham TINS melejit 7,79% ke kedudukan Rupiah 820/saham. Hal ini cenderung berbanding terbalik dengan tempat penutupan perdagangan kemarin yang tersebut ambruk 7,23% ke Mata Uang Rupiah 770/saham.

Saham TINS pada sesi I hari ini sudah ada ditransaksikan sebanyak 8.800 kali dengan ukuran operasi mencapai 81,49 jt lembar saham serta nilai transaksinya mencapai Simbol Rupiah 66,59 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya pada waktu ini mencapai Simbol Rupiah 6,18 triliun.

Dari orderbook-nya, pada order bid atau beli, harga jual Rupiah 800/saham menjadi yang mana paling sejumlah antrean belinya pada sesi I hari ini, yakni mencapai 30.953 lot atau sekitar Simbol Rupiah 2,5 miliar.

Sedangkan di dalam order offer atau jual, kedudukan nilai Mata Uang Rupiah 850/saham menjadi yang digunakan paling berbagai antrean jualnya pada pertemuan I hari ini, yakni sebanyak 26.276 lot atau sekitar Mata Uang Rupiah 2,2 miliar.

Saham TINS berhasil rebound walaupun perseroan tengah terseret pada perkara korupsi di tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perseroan tahun 2015-2022.

Kejagung sudah pernah menetapkan lima orang terperiksa yang mana terkait dengan perkara dugaan tindakan pidana korupsi tersebut, pada mana salah satunya adalah eks dirut PT Timah Tbk. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Berdasarkan hasil pemeriksaan serta dikaitkan dengan alat bukti yang ditemukan, Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Lingkup Tindak Pidana Khusus sudah meningkatkan status lima orang saksi menjadi tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, pasal yang tersebut disangkakan terhadap kelima terperiksa adalah Pasal 2 Ayat (1) kemudian Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah serta ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan melawan Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Untuk kepentingan penyidikan, terperiksa MRPT alias RZ, dituduh HT alias ASN, serta terdakwa MBG dijalankan penangkapan di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas I DKI Jakarta Pusat. Untuk terdakwa SG dilaksanakan pemidanaan di tempat Rumah Tahanan Negara Salemba Pusat Kejaksaan Agung serta dituduh EE alias EMLdi Rumah Tahanan Negara Salemba Unit Kejaksaan Negeri DKI Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan,” kata Ketut di siaran pers-nya, hari terakhir pekan (16/2/2024).

Bahkan, perkara korupsi TINS ini juga menyeret crazy rich Ibukota Indonesia Helena Lim. Kejagung telah lama melakukan penggeledahan pada Rabu 6 Maret hingga hari terakhir pekan 8 Maret 2024.

Pada perdagangan kemarin, beberapa sekuritas tercatat memborong serta juga melego saham TINS. Sekuritas dengan kode broker YP yakni Mirae Asset Sekuritas tercatat membeli saham TINS sebanyak 33.107 lot atau sekitar Mata Uang Rupiah 2,6 miliar, dengan biaya rata-rata Rupiah 790/saham.

Berikutnya ada Maybank Sekuritas Indonesia dengan kode broker ZP yang digunakan mengoleksi saham TINS sebanyak 31.898 lot atau sekitar Rupiah 2,5 miliar di tempat nilai rata-rata Mata Uang Rupiah 790/saham.

Sedangkan dari yang dimaksud melego saham TINS, ada sekuritas berkode broker CC atau Mandiri Sekuritas yang dimaksud melego sebanyak 49.222 lot atau sekitar Mata Uang Rupiah 3,9 miliar di tempat biaya rata-rata Rupiah 795/saham.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk-produk jurnalistik dalam bentuk pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidaklah bertujuan mengundang pembaca untuk membeli, menahan, atau berjualan barang atau sektor penanaman modal terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tiada bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari kebijakan tersebut.

Artikel Selanjutnya Harga Timah Global Melonjak, Saham TINS Terbang 22% Lebih

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *