PBNU: Menajiskan batu bara bukan sesuai pandangan Islam

Market43 Dilihat

Kita tidaklah boleh menyatakan seolah-olah terjun pada bidang ini (tambang batu bara) adalah kejahatan. Bagi saya, tambang itu anugerah dari Allah untuk bangsa ini

Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla mengutarakan bahwa menajiskan batu bara maupun energi fosil tiada sesuai dengan pandangan Islam, sebab batu bara merupakan anugerah.

“Menajiskan batu bara itu tak sesuai dengan pandangan Islam, sebab ini anugerah Allah,” ujar Ulil pada acara bertajuk, Polemik Pemberian Izin Pengelolaan Tambang Kepada Ormas Keagamaan dalam Jakarta, Rabu.

Ulil menggunakan kesempatan yang dimaksud untuk menjawab beragam kritik yang dimaksud dilayangkan terhadap PBNU terkait dengan keinginan organisasi yang disebutkan mengurus wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) batu bara melalui badan usaha.

Menurut dia, kritik yang disebutkan dilatarbelakangi oleh kampanye yang tersebut digencarkan oleh lembaga-lembaga internasional terkait inovasi iklim.

Ulil menyimpulkan bahwa kampanye besar-besaran yang dimaksud menyudutkan komoditas batu bara. Dalam kampanye inovasi iklim, kata dia, batu bara dianggap najis lantaran komoditas yang dimaksud merupakan bagian dari energi fosil yang dimaksud ada.

“Mungkin, (batu bara) di pandangan aktivis kehidupan, merupakan yang digunakan paling najis,” kata Ulil.

Padahal, kata Ulil, isu mengenai pembaharuan iklim belum selesai secara ilmiah. Isu terkait inovasi iklim masih akan terus berkembang, sehingga Ulil berpandangan tidaklah boleh menetapkan komoditas batu bara sebagai komoditas yang dimaksud ‘najis’.

“Kita tak boleh menyatakan seolah-olah terjun di bidang ini (tambang batu bara) adalah kejahatan. Bagi saya, tambang itu anugerah dari Allah untuk bangsa ini,” kata Ulil.

Oleh sebab itu, ia kembali menegaskan bahwa batu bara kemudian energi fosil tidaklah seharusnya dinajiskan.

“Saya gak setuju menajiskan batu bara, menajiskan energi fosil,” ucap beliau menegaskan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (30/5) telah lama meneken Peraturan pemerintahan (PP) 25/2024 tentang Perubahan Atas PP 96/2021 tentang Pelaksanaan Pertemuan Usaha Pertambangan Mineral serta Batu Bara (Minerba).

Dalam Pasal 83A PP 25/2024 menyebutkan bahwa regulasi baru itu mengizinkan organisasi rakyat (ormas) keagamaan, seperti NU juga Muhammadiyah, menjalankan wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK).

Hingga Rabu (26/6), badan usaha ormas keagamaan yang telah mengajukan permohonan izin untuk menjalankan WIUPK adalah badan bidang usaha yang dikelola oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menteri Tenaga juga Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Rabu (19/6) mengemukakan bahwa izin bidang usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang di proses administrasi.

Artikel ini disadur dari PBNU: Menajiskan batu bara tidak sesuai pandangan Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *