Pegadaian catat peningkatan aset pada lima tahun terakhir

Finansial16 Dilihat

IDN Bisnis Di 2023, hasil penjualan Pegadaian kembali naik menjadi Rp205,2 triliun. Kami berkembang 14,2 persen yoy

Jakarta – PT Pegadaian mencatat kinerja positif di kurun waktu lima tahun terakhir dengan  pertumbuhan asetnya naik dari Rp52,8 triliun pada 2018 menjadi Rp82,6 triliun pada 2023.

"Pada 2018 aset Pegadaian Rp52,8 triliun naik menjadi Rp82,6 triliun di 2023," kata Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan ketika konferensi pers di tempat Jakarta, Selasa.

Dia merinci pada 2018 aset tercatat Rp52,8 triliun, meningkat dalam 2019 menjadi Rp65,3 triliun. Kondisi yang dimaksud kembali meningkat pada 2020 menjadi Rp71,5 triliun.

Meski begitu, pada 2021, aset Pegadaian sempat turun menjadi Rp65,8 triliun. Namun, pada 2022 kembali naik sebesar 11,5 persen secara year on year (yoy) atau menjadi Rp73,3 triliun.

Pengembangan yang dimaksud kembali terjadi, sehingga aset Pegadaian hingga 2023 tercatat sebesar Rp82,6 triliun.

"Kami meningkat di area melawan rata-rata, baik asetnya 12,6 persen yoy atau Rp82,6 triliun di tempat 2023. Aset ini meningkat bila dibandingkan 2022 tercatat Rp73,3 triliun atau 11,5 persen yoy," kata dia.

Sementara itu, dari sisi omzet, Pegadaian juga mencatatkan mengalami pertumbuhan pada waktu yang sebanding selama lima tahun terakhir. Pada 2018 omzet Pegadaian tercatat Rp131,4 triliun, naik menjadi Rp145,6 triliun pada 2019.

Lalu, pada 2020 pendapatan Pegadaian kembali mengalami peningkatan menjadi Rp165,1 triliun. Pada 2021 omzet Pegadaian sempat turun 0,8 persen yoy atau menjadi Rp163,7 triliun. Namun pada 2022 kembali merangkak naik menjadi Rp179,8 triliun.

"Di 2023, hasil penjualan Pegadaian kembali naik menjadi Rp205,2 triliun. Kami meningkat 14,2 persen yoy," jelas Damar.

Damar juga mengumumkan dari sisi nasabah, juga mengalami peningkatan dari 2021 tercatat 19,7 juta, naik menjadi 21,9 jt di 2022 serta kembali meningkat menjadi 24 jt pada 2023.

"Kemudian, outstanding loan 14,4 persen yoy atau Rp67,6 triliun. Angka ini meningkat bila dibandingkan 2022 sebesar Rp69,1 triliun atau 12,6 persen yoy," ucapnya.

Lebih lanjut, Damar menyatakan laba Pegadaian pada 2018 tercatat Rp2,78 triliun, meningkat menjadi Rp3,11 triliun di dalam 2019. Pada 2020, sempat turun menjadi Rp2,02 triliun.

"Tetapi, di dalam 2021 laba Pegadaian kembali naik menjadi Rp2,43 triliun. Selanjutnya di area 2022 naik 36 persen yoy atau menjadi Rp3,3 triliun. Dan, di tempat 2023 ini laba Pegadaian juga naik menjadi Rp4,38 triliun," jelas Damar.

Tidak hanya saja itu, lanjut Damar, kualitas pembiayaan Pegadaian pun dinilai semakin sehat dengan adanya penurunan NPL yang tersebut signifikan dari sebelumnya 1,2 persen di area 2022 menjadi 0,85 persen di area 2023.

Damar mengungkapkan melalui pencapaian tersebut, Pegadaian berhasil meningkatkan return on asset (ROA) sebesar 5,6 persen lalu return on equity (ROE) sebesar 14,33 persen dan juga Pegadaian mengalami rasio beban operasional pendapatan operasional (BOPO) terendah di beberapa tahun belakang, yaitu sebesar 66,10 persen pada 2023.

"Di tahun 2024, kami di-challenge lagi untuk sanggup turun lagi dapat menjadi 63 persen untuk BOPO-nya," kata Damar.

Dia juga menyebutkan bahwa Pegadaian mempunyai ragam produk-produk penanaman modal emas yang mana dapat dimiliki dengan berbagai cara yang mana dapat lewat Cicil Emas, Arisan Emas, beli perhiasan melalui Galeri 24, atau menabung emas dengan hasil Tabungan Emas yang tersebut mampu diakses secara langsung melalui program Pegadaian Digital.

Selain itu, rakyat juga dapat menikmati Rencana Gadai Express yakni layanan yang tersebut diresmikan Pegadaian untuk menjemput lalu antar barang jaminan gadai dari rumah menuju outlet Pegadaian.

Kemudian, Gadai dari Rumah, yang mana mana penaksir dapat secara langsung mengunjungi pelanggan kemudian menaksir barang jaminan di dalam tempat. Melalui dua layanan ini, klien dapat melakukan kegiatan tanpa harus ke outlet Pegadaian.

Pegadaian juga mempunyai acara nongadai sebagai KUR Syariah yakni penyaluran KUR dengan skema syariah; Amanah EV yakni kemudahan kredit kendaraan motor listrik; Arrum Safar serta Haji Plus yakni kredit peruntukan haji lalu wisata.

"Banyak hal produk-produk kami yang dimaksud ada pada waktu ini. Mulai tabungan emas, cicil emas, motor bahkan untuk mau naik haji ataupun umroh mampu lewat Pegadaian," kata Damar.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *