Pegadaian sebut tunggu POJK perihal bank emas

Finansial8 Dilihat

IDN Bisnis Kami ngomongnya tidak bullion bank, tapi bullion service, ketika ini kami menanti meskipun ada Undang Undang P2SK Nomor 4 Tahun 2023

Jakarta – Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyatakan ketika ini pihaknya sedang menanti peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait penerapan layanan bank emas atau bullion service.

"(Perkembangan bank emas) kami masih mengawaitu POJK-nya dari OJK untuk yang tersebut mengaturnya, kami masih menunggu," katanya ketika konferensi pers pada Jakarta, Selasa.

Damar menyampaikan bahwa meskipun telah terjadi ada Undang-Undang Pembangunan dan juga Menguatkan Bidang Keuangan (UU P2SK) Nomor 4 Tahun 2023, namun pihaknya masih menanti regulasi yang disebutkan dari OJK untuk mengaturnya.

"Jadi, bullion service, kami ngomongnya bukanlah bullion bank, tapi bullion service, pada waktu ini kami mengantisipasi meskipun ada Undang Undang P2SK Nomor 4 Tahun 2023," ucapnya.

Meskipun demikian, Pegadaian sudah melakukan uji sistem terhadap layanan tabungan plus mereka. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menabung di bentuk emas juga kemudian mendapatkan margin dari emas yang tersebut disimpan.

Damar menjelaskan bahwa dengan hasil dari tabungan emas tersebut, Pegadaian dapat memberikan pinjaman emas terhadap yang dimaksud membutuhkan.

Dengan demikian, baik pabrikan maupun individu yang digunakan membutuhkan emas sanggup mendapatkan layanan pinjaman emas dari Pegadaian.

"Kemudian, dari hasil tabungan yang disebutkan kita bisa saja memberikan pinjaman emas. Jadi, permasalahan pabrikan atau pun orang yang digunakan butuh emas mampu datang ke Pegadaian untuk pinjam emas serta membayar di bentuk emas lagi," jelas Damar.

Namun, meskipun sistem yang dimaksud telah terjadi diuji, Pegadaian belum meluncurkan secara resmi terhadap masyarakat.

Saat ini, sistem yang dimaksud masih di tahap uji coba internal untuk menjamin bahwa semua proses berjalan dengan lancar juga sesuai dengan regulasi yang mana akan diterapkan.

"Dua hal itu, kami masih uji sistem. Jadi, belum kami launching ke rakyat itu baru kami internal dulu untuk uji sistem. Kami masih mengawaitu POJK yang akan diterbitkan. Saat ini, kami belaka mempersiapkan sampai menanti POJK yang ada," kata Damar.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *