Pejabat Terkaya Dato Sri Tahir, Tiga Dekade Membangun Kerajaan Bisnis Mayapada Group

Bisnis26 Dilihat

Jakarta – Pejabat terkaya di dalam Indonesia ketika ini, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres Joko Widodo atau Jokowi, Dato Sri Tahir. Ia merupakan entrepreneur dengan pengalaman pada lapangan usaha perbankan, tekstil, kemudian otomotif sejak awal 1980-an.

Dato Sri Tahie menjadi pejabat terkaya versi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun periodik 2023. Tahir melaporkan kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dengan total harta Rupiah 9.345.716.818.913 alias Rupiah 9 triliun. Pada peringkat pada bawahnya berturut-turut adalah Menparekraf Sandiaga Uno dengan harta Simbol Rupiah 7,9 triliun (terverifikasi lengkap), Menteri Kelautan dan juga Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan harta Simbol Rupiah 2,6 triliun (proses verifikasi), Menteri BUMN Erick Thohir dengan harta Mata Uang Rupiah 2,3 triliun (proses verifikasi), serta Menteri Keamanan Prabowo Subianto dengan harta Rupiah 2 triliun (diumumkan lengkap).

Bank Mayapada Internasional, Tbk (dikenal sebagai ‘Bank Mayapada’) merupakan industri unggulan dari Mayapada Group. Bank Mayapada adalah perusahaan terbuka dengan pemegang saham yang dimaksud terdiri dari penanam modal dari Amerika Serikat serta Singapura, lalu mempunyai hampir dua ratus cabang ke seluruh Indonesia.

Dikutip dari platform Tahir Foundation, ia telah dilakukan memulai pembangunan Mayapada Group selama tiga dekade terakhir menjadi konglomerat perusahaan di bermacam sektor, di antaranya perbankan, asuransi, kesehatan, ritel, pengembangan real estat, serta media.

Ia kemudian dinobatkan dengan penghargaan kehormatan “Dato’ Sri” oleh Sultan Pahang Negara Malaysia melawan beraneka kontribusinya terhadap masyarakat, lalu diakui oleh Menteri Mentor Singapura Lee Kuan Yew melawan sumbangsihnya pada bidang pendidikan.

Tahir juga terlibat di dalam bervariasi bidang, satu di antaranya sebagai Penasihat Senior pada Kementerian Koordinator Area Kemakmuran Rakyat, Ketua Asosiasi Komunitas dan juga Pengusaha Tionghoa Negara Indonesia (PERMIT), dan juga Ketua Kamar Dagang Komite Tionghoa (KIKT). Selain itu, beliau merupakan pendatang Asia pertama yang digunakan duduk di komite trustee Universitas California, Berkeley.

Selain itu, Dato Sri Tahir merupakan warga Indonesi pertama yang dimaksud menyetujui secara resmi Buffett-Gates Giving Pledge. Ia mengawasi Yayasan Tahir yang digunakan telah terjadi mengupayakan berubah-ubah inisiatif ke bidang kesehatan, pendidikan, reformasi hukum, serta baru-baru ini melakukan penanaman modal sebesar $200 jt (bersama Yayasan Bill serta Melinda Gates) untuk mengatasi kesulitan kesejahteraan dalam Indonesia.

Kekayaan Dato Sri Tahir

Menurut laporan dari Forbes, kekayaan Tahir dan juga keluarga mencapai US$ 4,4 miliar atau sekitar Mata Uang Rupiah 66,15 triliun (dengan kurs Rupiah 15.037). Kekayaan yang dimaksud diperoleh dari kepemilikan saham Bank Mayapada, Maha Properti Indonesia, dan juga bervariasi properti di dalam Singapura. Jumlah kekayaan merekan terus bertambah akibat istrinya adalah putri dari Mochtar Riady, seseorang taipan terkemuka.

Pada 2022, Dato Sri Tahir menduduki peringkat kesembilan di daftar khalayak terkaya di dalam Indonesia. Di skala global, pada 20 Juni 2023, ia menempati peringkat ke-645. Peringkat yang disebutkan dapat berubah sesuai dengan fluktuasi kekayaan para miliarder ke seluruh dunia.

Tahir juga telah dilakukan diakui sebagai salah satu dari 50 Warga Tionghoa Paling Maju dalam luar negeri pada Arsip Nasional Republik Rakyat Tiongkok. Ia juga menerima Penghargaan Pengusaha Ernst & Young 2011. Beliau secara rutin masuk di daftar penduduk terkaya di Negara Indonesia menurut beragam publikasi salah satunya Forbes.

Diduga Menerima Suap

Pada 2023, Tahir diduga menerima suap dari debitur terkait infrastruktur modal kerja untuk pelaku bisnis pendiri Grup Sioeng, Ted Sioeng. Ted Sioeng juga empat perusahaannya diduga menerima kredit senilai Rupiah 1,3 triliun dari Bank Mayapada di rentang waktu 2014-2021.

Ted mengklaim Tahir meminjam beberapa jumlah uang pada beberapa pinjaman. Total kredit yang diterima Ted kemudian perusahaannya mencapai Rupiah 1,3 triliun, sedangkan uang yang digunakan dipinjam Tahir mencapai Rupiah 525 miliar. Bank Mayapada melaporkan Ted juga putrinya ke Polda Metro Jaya berhadapan dengan tuduhan penipuan, penggelapan uang, juga pencucian uang.

Tahir serta Bank Mayapada menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum. Dugaan aksi pidana ini masih pada langkah-langkah penyidikan oleh pihak berwenang. Dalam tanggapannya, Yusril menjelaskan bahwa Tahir tiada terlibat di operasional perusahaan lalu bahwa isu terkait kredit bukan relevan.

PUTRI SAFIRA PITALOKA  | NIA HEPPY LESTARI  I  HENDRIK KHOIRUL MUHID  I  

Artikel ini disadur dari Pejabat Terkaya Dato Sri Tahir, Tiga Dekade Membangun Kerajaan Bisnis Mayapada Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *