Pelindo sambut baik kemudahan operasional bagi operator kapal wisata

Bisnis105 Dilihat

Ibukota Indonesia – PT Pelabuhan Nusantara (Persero) atau Pelindo menyambut baik langkah pemerintah yang dimaksud memberikan kemudahan operasional bagi kapal wisata, cruise juga yacht, dari sisi kebijakan dan juga operasional untuk berlayar pada perairan Indonesia.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono di keterangannya ke Jakarta, Hari Sabtu mengatakan, dengan kemudahan itu, Pelindo dapat mendebarkan operator-operator kapal wisata, cruise, dan yacht untuk menjadikan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, sebagai home port.

Pembangunan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) diharapkan menjadi home port untuk principal cruise, yang dimaksud merupakan tempat penumpang mengawali dan juga mengakhiri perjalanan pesiarnya dengan mengelilingi beberapa jumlah destinasi.

"Pengembangan BMTH yang tersebut secara parsial ditargetkan rampung pada akhir 2024 ini dapat menambah kapasitas kapal pesiar dari dua berubah menjadi empat hingga lima kapal pesiar sandar bersamaan," kata Arif.

Pada 2023, Pelindo mencatatkan data BMTH sudah melayani total sebanyak 48 kapal dengan penumpang mencapai 77.864 orang.

"Dengan adanya pengembangan BMTH ini, kami harap dapat memberikan dampak sektor ekonomi dalam Bali agar mengalami perkembangan lebih banyak pesat," ujar Arif.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Sektor Kemaritiman lalu Penyertaan Modal (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan beraneka peraturan terkait aktivitas maritim pada Tanah Air harus diharmonisasi antara kementerian juga lembaga.

Menurutnya, langkah itu penting dikerjakan agar peraturan-peraturan yang tersebut ada tiada menyulitkan para pelaku usaha, yang digunakan pada akhirnya malah merugikan Indonesia.

"Jangan menciptakan aturan yang digunakan mempersulit diri kita sendiri. Semua peraturan harus pada harmonisasi untuk kepentingan nasional," kata Luhut.

Sejalan dengan hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengutarakan bahwa langkah yang dimaksud akan berdampak positif bagi pariwisata serta perekonomian Indonesia.

"Kami akan memberi kemudahan bagi cruise dan yacht untuk beroperasi pada Indonesia. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pengalaman yang digunakan luar biasa menggunakan kapal wisata yang disebutkan pada beberapa kota seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali hingga Labuan Bajo," ujar Menhub.

Saat ini, Pelabuhan Benoa telah dapat melayani kapal pesiar jumbo untuk sandar (destination port) lalu layanan embarkasi serta debarkasi penumpang (turn around). Kapal pesiar sandar dalam dermaga timur dengan panjang mencapai 500 meter pasca sebelumnya ditambah 160 meter.

Dengan demikian, dua kapal pesiar ukuran jumbo, yakni dengan panjang sekitar 294 meter telah sanggup sandar pada waktu yang mana bersamaan.

Untuk pertama kalinya, Pelabuhan Benoa juga disandari kapal pesiar terpanjang yang mana pernah sandar dengan length overall (LoA) mencapai 317 meter, yakni Celebrity Solstice yang dimaksud menyebabkan sekitar 4.000 penduduk penumpang dan juga awak kapal pada 30 Oktober 2023.

Selanjutnya pada 4 Januari 2024, bermetamorfosis menjadi penanda pertama bahwa Pelabuhan Benoa melayani debarkasi dan juga embarkasi penumpang di negara lain berbeda di kapal pesiar yang tersebut sama, yakni Celebrity Millenium dengan panjang 294 meter dengan menurunkan 2.081 penumpang dan juga meningkatkan 2.300 penumpang.

Artikel ini disadur dari Pelindo sambut baik kemudahan operasional bagi operator kapal wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *