Pemangkasan Subsidi BBM untuk Makan Siang Gratis, Pengamat: Bisa Menurunkan Penerimaan Pajak

Bisnis16 Dilihat

IDN Bisnis JakartaDirektur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menanggapi tentang rencana pemangkasan anggaran subsidi BBM untuk merealisasikan kegiatan makan siang gratis yang dimaksud dijanjikan Paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, rencana ini mempunyai risiko tinggi yaitu mengganggu keseimbangan APBN.

Komaidi mengungkapkan harga jual energi sangat vital, sehingga pemangkasan anggaran subsidi BBM dapat mengempiskan daya beli atau konsumsi masyarakat. Apabila konsumsi turun, tuturnya,  pertumbuhan kegiatan ekonomi pun turun. 

“Kalau pertumbuhan ekonominya turun, penerimaan pajak juga akan turun lantaran dihitung dari rasio terhadap Ekonomi Nasional (produk domestik bruto),” ujar Komaidi pada waktu dihubungi Tempo pada Hari Sabtu malam, 17 Februari 2024. Sehingga, penerimaan pajak akan turun apabila penerimaan pajak turun. 

Komaidi menggarisbawahi, penerimaan APBN pun secara otomatis akan turun apabila penerimaan pajak berkurang. Sebab, komponen terbesar dari APBN adalah pajak. Karena itu, ia menilai pemerintah mendatang harus berhati-hati pada menyeimbangkan anggaran ini. 

Dia menjelaskan, konsep ekonomi makro serta energi seperti dua sisi mata uang yang mana tidaklah bisa saja dipisahkan. Artinya, pemerintah harus memperhatikan peningkatan sektor energi apabila ingin menggenjot perkembangan ekonomi. 

Apabila biaya energi naik, ujar Komaidi, rakyat akan melakukan penyesuaian konsumsi. Sebab dengan bertambahnya pengeluaran untuk biaya energi seperti BBM lalu LPG, penduduk akan menurunkan porsi pengeluaran konsumsi lainnya. Terlebih, pengeluaran untuk energi sangat vital bagi mobilitas warga dan juga tak dapat dikurangi. 

Ia memberi contoh pegawai dengan haji Rupiah 5 jt per bulan biasa mengalokasikan Simbol Rupiah 1 jt untuk permintaan energi. Misalnya tarif BBM lalu LPG naik, alokasinya bertambah menjadi Mata Uang Rupiah 1,5 jt untuk keinginan energi. Walhasil, konsumsi lainnya otomatis akan berkurang, 

Apabila hal itu terjadi hampir di area seluruh konsumen Indonesia, Komaidi memperkirakan dampaknya akan mengganggu perekonomian Indonesia. “Pertumbuhan perekonomian akan turun sebab dia akan mengempiskan belanja dalam sisi lainnya demi untuk keinginan energinya tetap saja jalan,” ujarnya. 

Komaidi menuturkan, anggaran subsidi BBM yang besar ketika ini seolah-olah sanggup digeser untuk acara lain. Namun, ia menilai resikonya sangat besar akibat nilai energi sangat vital. Kecuali, kata dia, apabila publik Indonesia telah miliki pendapatan yang dimaksud tinggi sehingga tidak ada terpengaruh oleh kebijakan tersebut.

Tetapi ia menilai ketika ini penduduk masih sensitif terhadap kenaikan biaya energi. Oleh sebab itu, ia berharap pasukan sektor ekonomi dalam pemerintah selanjutnya dapat lebih banyak cermat menghitung keseimbangannya juga bijaksana di menghasilkan keputusan.

“Atau bisa jadi juga memilih elemen-elemen mana yang digunakan lebih banyak pas untuk dikurangi dibandingkan energi,” kata dia. 

Adapun untuk merealisasikan acara makan siang gratis yang dimaksud dicanangkan Prabowo, diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Simbol Rupiah 400 triliun. Untuk itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengungkapkan ada rencana pemangkasan anggaran subsidi BBM. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Eddy Soekarno ketika diwawancara Bloomberg TV pada Kamis, 15 Februari 2024.

Namun belakangan, Eddy membantah rencana pemangkasan subsidi BBM tersebut. Menurut dia, pernyataannya telah terjadi dikutipkan secara bukan akurat. Tetapi, ia tak menampik bahwa Prabowo-Gibran akan mengevaluasi pemberian subsidi energi apabila resmi mengungguli Pilpres 2024. 

Pilihan Editor: Subsidi BBM Dialihkan untuk Makan Siang Gratis, Gibran: Saya Belum Dilantik Sudah Pada Ribut

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *