Modal Emas Bank Syariah Kian Merekah

Finansial51 Dilihat

IDN Bisnis Seiring dengan biaya emas yang digunakan mengalami tren kenaikan, beberapa perbankan syariah pun optimistis perusahaan pembiayaan emas tetap memperlihatkan akan berkilau.

Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya, yang mana pada bulan Januari 2024 lalu menyalurkan pembiayaan emas sebesar Mata Uang Rupiah 55 miliar. Bertambah 292% jika dibandingkan periode identik di tempat tahun 2023. 

“Pembiayaan emas kami masih cukup bagus. Minat klien untuk pembangunan ekonomi emas terus meningkat seiring dengan naiknya nilai emas di dalam market,” ujar Direktur Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk Pandji P. Djajanegara terhadap kontan.co.id, Kamis (15/2).

Pandji menuturkan, pelanggan yang digunakan memanfaatkan pembiayaan emas di tempat CIMB Niaga Syariah adalah pengguna existing kemudian pelanggan baru yang mana berprofesi sebagai karyawan maupun pelaku bisnis (self employee) yang digunakan ingin berinvestasi logam mulia untuk keperluan masa depan seperti sekolah anak, tabungan ketika pensiun, serta lain-lain.

Kendati pada waktu ini partisipasi pembiayaan emas masih kecil yaitu sekitar 1,7% dari total pembiayaan syariah konsumer CIMB Niaga. Namun pihaknya yakin trennya akan terus naik. Pihaknya juga memiliki target pembiayaan emas CIMB Niaga Syariah sampai dengan akhir tahun 2024 akan mencapai Rp. 900 miliar – Mata Uang Rupiah 1 triliun.

Pandji mengaku telah dilakukan menyiapkan berbagai strategi di mendongkrak kegiatan bisnis ini, di dalam antaranya melakukan transaksi jual beli emas melalui cabang baik cabang syariah (KCS) maupun cabang konvensional (OC),  mobile sales dan telesales.

Selain itu, menghasilkan kegiatan marketing seperti cash back program, bundling program lalu cross selling program, mengembangkan perolehan secara digital melalui Digital Online Form platform, lalu melakukan partnership dengan komunitas-komunitas.

Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI juga mengakui, bidang usaha emas pada BSI pada awal tahun ini berjalan on track, tercermin dari bidang usaha emas pada Desember 2023 lalu mencapai Mata Uang Rupiah 7,2 triliun bertambah 21,38% secara tahunan.

“Hal ini menunjukkan tren bidang usaha emas semakin diminati masyarakat, khususnya anak anak muda yang dimaksud telah mulai memikirkan pembangunan ekonomi jangka menengah juga panjang,” ucapnya.

Anton menyebut, mayoritas segmen pengguna yang mana memiliki emas pada BSI yakni pegawai yang dimaksud mana merekan mampu mengatur cash flow untuk pembelian emas maupun cicil emas sesuai dengan pendapatan per bulan.

Per Desember 2023, partisipasi emas terhadap pembiayaan retail BSI mencapai sekitar 6%. Tahun ini pihaknya pun optimis pertumbuhan bidang usaha emas dalam BSI semakin solid dan juga berkembang positif dengan kualitas pembiayaan terjaga baik.



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *