otoritas serta UNICEF rilis laporan Desain Sistem Regsosek Terpadu

Bisnis28 Dilihat

Untuk memverifikasi inisiatif pengamanan sosial berhasil, inisiatif yang disebutkan harus berpedoman pada data yang tersebut andal yang digunakan terus diperbarui,

Jakarta – pemerintahan Indonesia bekerja sebanding dengan UNICEF (United Nations Children's Fund) merilis laporan Desain Sistem Registrasi Sosial Kondisi Keuangan (Regsosek) Terpadu.

Laporan ini menggarisbawahi peran penting pengaplikasian data untuk menguatkan perencanaan inisiatif bantuan sosial bagi keluarga miskin serta rentan secara nasional.

“Untuk meyakinkan inisiatif pemeliharaan sosial berhasil, inisiatif yang disebutkan harus berpedoman pada data yang mana andal yang dimaksud terus diperbarui,” ujar Deputi Kependudukan kemudian Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Maliki pada waktu memberikan sambutan pada program Diseminasi Kajian Pengembangunan Sistem Registrasi Sosial Sektor Bisnis (Regsosek), diambil dari keterang resmi ke Jakarta, Jumat.

Laporan ini juga menguraikan pemakaian Regsosek untuk meningkatkan penyaluran pengamanan sosial (perlinsos) untuk keluarga dan juga anak yang tersebut satu di antaranya pada kelompok miskin, maupun penyaluran pada keadaan darurat.

Selain itu, terdapat pula rekomendasi bagi Regsosek untuk memberikan dukungan perlinsos dengan cara yang dimaksud lebih lanjut efektif dengan melakukan konfirmasi data yang terus diperbarui.

“Ini merupakan langkah progresif yang sangat signifikan untuk meningkatkan akurasi kami pada perencanaan, penganggaran, dan juga pemberian layanan bagi anggota komunitas yang paling rentan. Regsosek merupakan bagian terbaru dari rangkaian reformasi progresif pemeliharaan sosial pada Indonesia,” ucap dia.

Perwakilan UNICEF Negara Indonesia Maniza Zaman memaparkan bahwa hasil laporan yang disebutkan dapat menjadi cetak biru untuk mengidentifikasi keluarga yang tersebut masuk pada kelompok rentan.

Penyaluran perlinsos untuk kelompok yang dimaksud dinilai berubah menjadi salah satu upaya mewujudkan Visi Nusantara Emas 2045, akibat keluarga lalu anak-anak merupakan pembangunan ekonomi penting negara.

“Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang tersebut patut dicontoh akibat sudah pernah mengambil tindakan untuk membentuk pencatatan sosio-ekonomi yang digunakan dirancang untuk meningkatkan pengelolaan pemeliharaan sosial dan juga mengempiskan kemiskinan dengan cepat,” ungkapnya.

Pendataan Regsosek sendiri sudah pernah selesai dari  2023 dengan memanfaatkan Angka Terpadu Kepuasan Sosial (DTKS) serta data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Kini, data Regsosek mencakup hampir 271 penduduk atau 95 persen dari total penduduk Indonesia.

“Pemerintah Indonesi terus berupaya untuk menyelaraskan Regsosek dengan data-data nasional lainnya, seperti data kependudukan, data jaminan sosial, hingga data pendidikan,” kata Maliki.

Artikel ini disadur dari Pemerintah dan UNICEF rilis laporan Desain Sistem Regsosek Terpadu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *