pemerintahan optimistis RI aman dalam sedang perlambatan sektor ekonomi global

Finansial21 Dilihat

IDN Bisnis Kita masih optimis 2024 itu (pertumbuhan ekonomi) masih akan tambahan baik daripada 2023

Jakarta – Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah masih optimistis Indonesia mampu mencapai target peningkatan perekonomian 5,1-5,7 persen meskipun di area berada dalam proyeksi perlambatan perekonomian global.

“Kita tetap memperlihatkan optimis 2024 itu (pertumbuhan ekonomi) masih akan lebih lanjut baik daripada 2023, even dengan koreksi perkembangan (ekonomi global) jadi 2,4 (persen). Yang jelas kalau kita lihat dari sisi kebijakan kita sendiri, kita sudah ada merencanakan semuanya pada 2024 termasuk kita membedah komponen-komponen PDB,” kata Susiwijono di tempat Jakarta, Jumat.

Susiwijono menjelaskan, pada outlook perekonomian global, semua organisasi internasional setuju bahwa ekonomi global diproyeksikan mengalami perlambatan pada 2024.

Bank Planet memprediksi peningkatan sektor ekonomi global melambat dari 2,6 persen pada tahun 2023 menjadi 2,4 persen pada tahun 2024. Begitu juga dengan Dana Moneter Internasional (IMF), pada laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2023, IMF memproyeksikan peningkatan ekonomi global akan melambat 2,9 persen pada 2024.

Menurut Susiwijono, perlambatan sektor ekonomi global disebabkan oleh beberapa faktor seperti persaingan geopolitik yang digunakan berada dalam memanas, yang digunakan berujung pada disrupsi rantai pasok. Kemudian juga disebabkan oleh inovasi iklim, hingga pengetatan kebijakan moneter negara-negara progresif yang mana masih berlanjut hingga pada waktu ini.

"Intinya pada pada waktu kondisi 2024 ini, kegiatan ekonomi global mengalami perlambatan. Perlambatan ini kan macam-macam, oleh sebab itu memang sebenarnya ada beberapa disrupsi masih terjadi, kemudian isu-isu mengenai pembaharuan iklim, komoditas, pengetatan kebijakan moneter dan juga lain sebagainya sudah ada kita hitung semua," ujarnya.

Bagi Indonesia sendiri, Susiwijono menilai, daya beli rakyat harus masih terjaga. Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan konsumsi rumah tangga dengan melanjutkan kebijakan bantuan sosial (bansos) untuk 2024 ini.

Adapun inisiatif bansos yang dimaksud sudah ada berjalan di area antaranya yakni tambahan bantuan pangan beras sebesar 10 kg/keluarga penerima kegunaan (KPM) pada Desember 2023 lalu dengan sasaran 21,3 jt KPM kemudian Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino sebesar Rp200 ribu/bulan selama November-Desember 2023 dengan sasaran 18,8 jt KPM.

Selain itu, untuk penguatan UMKM dalam sedang suku bunga tinggi, pemerintah menyokong melalui percepatan KUR, melalui layanan perbankan pada akhir pekan (weekend banking), agar penyerapan penyaluran KUR lebih besar optimal lalu dapat mencapai target Rp297 triliun.

Sedangkan dari sisi penanaman modal (PMTB), sektor bangunan menjadi komponen PMTB terbesar yakni 74 persen, salah satunya dari Bangunan Tempat Tinggal dengan share 19,9 persen.

"Termasuk kita membedah komponen-komponen Pendapatan Domestik Bruto kita, makanya kemarin kalau kita liat Produk Domestik Bruto kita kan masih share-nya paling tinggi konsumsi rumah tangga, kemudian investasi, dan juga government spending," jelas Susiwijono.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan hal yang mana perlu di dalam antisipasi tahun ini adalah dampak perlambatan ekonomi global terhadap sektor-sektor yang mana mengandalkan lingkungan ekonomi global, seperti ekspor furnitur.

“Antisipasi sektor-sektor yang mana kira-kira berbagai bergantung ke global demand, sektor furnitur yang mana dulu sempat stuck betul sebab lingkungan ekonomi internasionalnya mandek,” pungkasnya.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *