otoritas RI Ingin Pakai Metaverse untuk Manasik Haji

Syariah17 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Kementerian Komunikasi juga Informatika (Kominfo) menjamin Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang berada dalam dibangun akan menggunakan teknologi terkini. Kominfo menyampaikan salah satu teknologi yang dimaksud akan dipakai adalah metaverse.

Ketua Tim Inovasi, Pembangunan kemudian Harmonisasi Layanan serta Aplikasi SPBE Direktorat Layanan Program Informatika Pemerintahan Kominfo Chairina menyatakan teknologi metaverse mempunyai berbagai kegunaan. Salah satunya, kata dia, adalah untuk menyediakan layanan manasik haji.

“Mungkin metaverse untuk orang seumur saya tidak ada tahu, tapi kalau untuk 10 atau 15 tahun ke depan sudah ada generasi anak-anak kita yang tersebut secara nature itu punya kedekatan dengan teknologi metaverse,” kata Chairina di diskusi tentang perubahan digital pemerintah, pada kanal Youtube Kementerian PANRB, Selasa (5/3/2024).

Sebagai informasi, metaverse adalah konsep untuk menggambarkan sebuah dunia virtual tempat orang-orang dapat berkomunikasi, bermain game, atau bekerja di lingkungan virtual. Sementara itu, SPBE adalah acara pemerintah untuk menyelenggarakan layanan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi kemudian komunikasi. Rencana ini kerap juga disebut sebagai GovTech.

Chairina menceritakan beberapa waktu lalu melakukan pembahasan mengenai cetak biru (blueprint) pengembangan teknologi metaverse di tempat Indonesia. Dalam diskusi itu, kata dia, mencuat usul menggunakan teknologi ini untuk keperluan manasik haji.

“Manasik haji membutuhkan layanan yang mana seakan nyata, yang dimaksud menyentuh serta dapat menggunakan panca Indera,” kata dia.

Dengan layanan manasik haji virtual itu, Chairina menyatakan kontestan dapat mengetahui keadaan di area sekitar Ka’bah, hingga urutan kemudian tata cara ibadah haji. Karenanya, beliau menilai penyediaan layanan ini akan sangat membantu masyarakat.

“Kita dapat ada di area sekitar Ka’bah, mampu mengetahui mekanismenya bagaimana, bareng siapa aja, pintu-pintunya di tempat mana, itu kan suatu layanan yang digunakan bisa saja membantu masyarakat, ribuan orang yang digunakan akan pergi haji akan terbantu,” kata dia.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah ada lebih banyak dulu merencanakan menyebabkan virtual reality (VR) Ka’bah Masjidil Haram dalam metaverse. Rencana itu telah didengungkan sejak akhir Januari 2022.

Proyek ini dirilis oleh Imam Besar Masjidil Haram, Syeikh Abdurrahman Sudais. Pembuatan Ka’bah di tempat metaverse berkolaborasi dengan Universitas Umm al-Qura juga Administrasi Urusan Pameran juga Museum Arab Saudi.

Proyek ini sendiri disebut “Virtual Hacerulesved”. Mengutip Techbriefly, ini memproduksi bagian Ka’bah seperti batu Hajar al-Aswad dapat dikunjungi secara virtual ole umat Muslim. “Ada sejumlah warisan sejarah juga Islam pada wilayah tersebut, seperti Masjid Makkah, yang tersebut harus didigitalkan untuk kepentingan semua orang,” kata dia.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *