Pemkot Cirebon sediakan 10 ton beras pada Inisiatif Pangan Murah

Bisnis62 Dilihat

IDN Bisnis Rencananya GPM ini kita selenggarakan di dalam Lapangan Kalitanjung Kelurahan Harjamukti Kecamatan Harjamukti

Cirebon –

Pemerintah Pusat Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, kembali mengadakan Aksi Pangan Murah (GPM) pada Kamis (7/3), dengan menyediakan beras sebanyak 10 ton lebih banyak untuk menstabilkan biaya beras di area area itu.

 

“Rencananya GPM ini kita selenggarakan di area Lapangan Kalitanjung Kelurahan Harjamukti Kecamatan Harjamukti,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan juga Perikanan (DKPPP) Perkotaan Cirebon Elmi Masruroh pada Cirebon, Minggu.

 

Elmi menjelaskan pada kegiatan itu, warga yang tersebut datang diperkenankan membeli beras SPHP seharga Rp52.000 per lima kilogram maksimal dua kemasan. Pembatasan diterapkan agar penyaluran terbagi merata.

 

Menurut dia, berdasarkan hasil penghitungan beras sebanyak 10 kilogram itu bisa saja mencukupi keperluan warga untuk selama satu bulan.

 

Jika ingin membeli beras pada jumlah keseluruhan banyak, kata Elmi, publik disarankan mendatangi bursa induk sampai toko modern lantaran komoditas yang disebutkan terus-menerus tersedia.

 

“Khusus beras nanti dipakai tinta bagi yang dimaksud sudah ada membeli, jadi tak sanggup antre lagi. Pembatasan itu tujuannya supaya semakin banyak orang kebagian. Kalau beli banyak-banyak jangan dalam GPM,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan Inisiatif GPM dinilai efektif pada menjaga biaya beras tidaklah naik ke nilai yang tersebut tambahan tinggi, dan juga memberikan kemudahan bagi warga untuk membeli beras hemat berkualitas.

 

Selain itu, lanjut Elmi, rakyat diimbau untuk tidaklah “punic buying” ataupun menimbun beras dikarenakan hal yang disebutkan dapat mengganggu suplai ke pasaran.

 

Dia menyatakan bahwa beberapa tempat produsen beras telah menegaskan bisa jadi melakukan panen raya pada April 2024, sehingga ketersediaan beras dalam pasaran kembali stabil yang digunakan nantinya berdampak ke penurunan harga.

 

“Untuk sekarang telah stabil, tapi angkanya cukup tinggi. Harga beras medium sekarang Rp14.500 per kilogram kemudian premium sekitar Rp16.000-Rp17.000 per kilogram, tetapi tiada ada kenaikan,” jelasnya.

 

Elmi berharap dengan acara GPM juga kebijakan guna pengendalian naiknya harga yang digunakan dikeluarkan Pemkot Cirebon, bisa saja menciptakan nilai komoditas pokok penduduk turun.

 

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Kota Cirebon Aris Budiyanto menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan di dalam daerahnya, terjadi kenaikan Angka Harga Pelanggan (IHK) dari 104,14 pada Januari menjadi 104,71 di tempat bulan Februari 2024.

 

“Perkembangan biaya berbagai komoditas pada Februari 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” imbuhnya.

 

Aris menyampaikan dari hal tersebut, selama Februari 2024 Pusat Kota Cirebon mengalami naiknya harga sebesar 2,19 persen (year on year/yoy) dengan tingkat pemuaian 0,55 persen (month to month/mtm) juga 0,59 persen (year to date/ytd).

 

“Komoditas yang mana dominan memberikan andil/sumbangan kenaikan harga (mtm) yakni beras 0,34 persen, daging ayam ras lalu telur ayam ras masing-masing 0,08 persen, cabai merah sebesar 0,06 persen, cabai rawit juga cabai hijau masing-masing 0,02 persen,” ucap dia.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *