Pemkot Kupang siapkan 51 titik lokasi operasi lingkungan ekonomi

Bisnis28 Dilihat

IDN Bisnis Bahkan ada 51 titik operasi bursa yang mana tersebar di tempat beberapa jumlah kecamatan di tempat Pusat Kota Kupang

Kupang – pemerintahan Pusat Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyiapkan 51 titik lokasi operasi pangsa dalam setiap beberapa jumlah Kecamatan di tempat Ibu Perkotaan Provinsi NTT untuk membantu menstabilkan biaya permintaan pokok pada lingkungan ekonomi tradisional dalam itu yang digunakan alami kenaikan.

"Operasi pangsa kita laksanakan terus. Bahkan ada 51 titik operasi bursa yang digunakan tersebar di dalam beberapa orang kecamatan di dalam Daerah Perkotaan Kupang," kata Penjabat Wali Daerah Perkotaan Kupang Fahrensy P. Funay di dalam Kupang, Senin.

Hal ini disampaikannya usai mengunjungi juga membuka peluncuran semarak Rupiah Ramadhan serta Berkah Idul Fitri (SERAMB1) 2024 dengan tema “Bijak Gunakan Rupiah di area Bulan Penuh Berkah".

Dia menyatakan bahwa bursa tidak mahal yang dimaksud dilakukan yang dimaksud bertujuan untuk membantu penduduk agar mendapatkan berbagai barang permintaan pokok dengan biaya yang digunakan terjangkau.

Menurut ia kenaikan nilai keperluan pokok, mulai dari ayam, telur serta beberapa permintaan dapur lainnya itu hal biasa di dalam ketika jelang perayaan hari besar keagamaan.

"Karena itu pemerintah berupaya agar terus menyelenggarakan operasi pasar, bahkan pangsa hemat untuk stabilkan harga jual keperluan pokok pada pasaran," ujar dia.

Selain itu juga untuk membantu penduduk yang kurang mampu mendapatkan berbagai keinginan pokok sesuai dengan harga jual yang sudah ada ditetapkan.

Pewarta ANTARA mencoba menelusuri beberapa bursa tradisional dalam Perkotaan Kupang. Beberapa penjual bahkan-bahan keinginan pokok seperti ayam potong, telur cabai kemudian beberapa keperluan lainnya mengaku barang yang mana dijualnya mengalami kenaikan tarif dari distributor.

"Saat ini tarif ayam yang dimaksud besar seekor berada pada nilai tukar Rp70 ribu, sementara yang digunakan kecil Rp65 ribu," kata Sulastri penjual ayan di dalam lingkungan ekonomi Kasih Daerah Perkotaan Kupang.

Kenaikan biaya ayam pedaging itu sudah ada mulai sejak hari pertama bulan Puasa menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah yakni pada tanggal 12 pekan lalu.

Di bulan sebelumnya nilai ayam pedaging ukuran besar berada pada kisaran harga jual Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per ekor. Sementara yang ukuran kecil berada pada tarif Rp50 ribu per ekor.

Kenaikan nilai permintaan pokok juga terjadi biaya telur ayam, dari semula satu rak (isi 31 butir) berada pada Rp50 ribu per rak, sekarang ini malah telah berada pada biaya Rp65 ribu per rak.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *