Pemprov Kepri ajak UMKM manfaatkan inisiatif pinjaman bunga nol persen

Finansial19 Dilihat

IDN Bisnis Tanjungpinang – eksekutif Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengundang para pelaku UMKM di area di tempat tempat setempat untuk memanfaatkan inisiatif bantuan pinjaman bunga nol persen yang mana dilanjutkan pada tahun 2024.

"Apalagi di tempat tahun ini, plafon pinjaman maksimal senilai Rp40 juta, naik 100 persen sejak kegiatan ini digulirkan tahun 2021 sebesar Rp20 juta," kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di area Tanjungpinang, Jumat.

Ansar mengumumkan Pemprov Kepri menggandeng Bank Riau Kepri (BRK) Syariah untuk melaksanakan acara pinjaman bunga nol persen. Oleh sebab itu, ia memohon agar pihak BRK getol mensosialisasikan acara strategis ini terhadap para pelaku UMKM pada seluruh Kepri.

Rencana ini bertujuan untuk meringankan beban sekaligus meninggal daya saing para pelaku UMKM.

"Pelaku UMKM cukup membayar pokok pinjaman. Seluruh bunga ditanggung Pemprov Kepri," ujar Ansar.

Dalam setiap kesempatan bertemu masyarakat, Gubernur Ansar terus menyokong pelaku UMKM memanfaatkan inisiatif ini, sebab dari jumlah total UMKM Kepri secara keseluruhan kurang lebih besar 164 ribu, namun yang dimaksud telah dilakukan memanfaatkan kegiatan ini semata-mata sebagian kecil saja, yakni 0,7 persen.

Pihaknya juga gencar mensosialisasikan inisiatif ini melalui media sosial lalu situs resmi Pemprov Kepri. Demikian pula dengan eksekutif Kabupaten/Kota se-Kepri diminta bergabung menyukseskan inisiatif ini sampai ke wilayah masing-masing.

"Begitu juga pihak BRK sebagai mitra kerja kita untuk acara ini," ujarnya.

Bagi penduduk yang tersebut ingin mengetahui informasi acara itu lebih lanjut lanjut, kata Ansar, bisa saja bertanya ke Pusat BRK Syariah terdekat atau Dinas Koperasi UMKM, baik kabupaten/kota maupun provinsi supaya pemanfaatan acara ini berjalan maksimal.

Ia mengungkapkan kebijakan meningkatkan plafon pinjaman dari Rp20 jt menjadi Rp40 jt diadakan untuk memberikan kesempatan lebih banyak besar bagi para pelaku UMKM guna mengembangkan usahanya.

"Harapannya, para pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan juga perubahan produknya. Kami juga berharap inisiatif ini dapat membantu pemulihan dunia usaha dalam Kepri yang tersebut terdampak pandemi," ucap Ansar.

Berdasarkan laporan BRK Syariah per 30 September 2023, sebanyak 1.100 pelaku UMKM sudah memanfaatkan inisiatif tersebut, dengan rincian 142 UMKM pada tahun 2021, 613 UMKM pada tahun 2022, juga 345 UMKM pada tahun 2023.

Sementara itu, jumlah total plafon kredit yang digunakan terserap mencapai Rp20,72 miliar dengan total margin subsidi yang dimaksud telah terjadi ditanggung Pemprov Kepri mencapai Rp1,94 miliar.

 

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *