Pemprov Lampung: Petani minati varietas Inpari 32 di musim tanam dua

Bisnis17 Dilihat

Bandarlampung – pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan bahwa benih padi varietas Inpari 32 paling diminati petani dalam musim tanam kedua di daerahnya.

 
"Saat ini dalam musim tanam dua ini petani ke Lampung banyak yang mana masih berminat menggunakan benih padi varietas Inpari 32 dikarenakan beragam keunggulannya," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan juga Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Bani Ispriyanto di dalam Bandarlampung, Senin.

 

Ia menyatakan alasan adanya minat yang digunakan cukup besar akan benih padi varietas Inpari 32 oleh petani dalam Lampung pada musim tanam kedua ini, salah satunya akibat daya tahan benih akan cuaca teristimewa kekeringan cukup tinggi.

 

"Karena ke depan dimungkinkan akan ada cuaca yang cukup kering, maka untuk antisipasi petani menyumbangkan bibit ini. Sebab tahan cuaca khususnya kekeringan, kemudian toleran terhadap penyakit hawar daun bakteri juga," katanya.

 

Dia melanjutkan selain itu varietas yang dimaksud dipilih dikarenakan memiliki produktivitas yang mana tinggi, sehingga dapat meningkatkan produksi padi daerah.

 

"Pemerintah tiada melakukan penyeragaman varietas benih padi untuk menyimpan kualitas, tapi semua disesuaikan dengan minat para petani. Sehingga petani menyesuaikan dengan keadaan cuaca, juga kerentanan. Dengan memilih varietas ini setidaknya bermetamorfosis menjadi persiapan juga kalau curah hujan mulai sedikit, tetapi musim tanam masih berlangsung," ucap dia.

 

Menurut dia, meskipun mengalami keterpurukan musim tanam, namun pemerintah area optimis produksi padi Lampung akan mencapai 3 jt ton pada tahun ini.

 

"Sebenarnya ada varietas yang mana lebih lanjut tahan cuaca lagi yaitu varietas Mapan, tapi susah dicari benihnya yang dimaksud berbagai varietas Inpari 32 ini. Harapannya dengan penyelenggaraan varietas yang tahan cuaca dan juga penyakit bisa saja merawat produksi serta ketahanan pangan daerah," tambahnya.

 

Diketahui eksekutif Provinsi Lampung pada waktu ini berada dalam mengejar tanam padi akibat adanya keterlambatan musim tanam akibat fenomena iklim El Nino yang mana muncul tahun lalu.

 

Pada periode Januari hingga awal Mei diperkirakan kurang lebih banyak sudah ada seluas 400 ribu hektare lahan yang digunakan telah dilakukan ditanami padi. Dimana pada April-Mei ditargetkan tambahan luas lahan tanam padi di dalam bermacam area teristimewa sentra pangan dapat mencapai 70 ribu hektare juga di dalam Februari luas tanam sudah pernah ada sekitar 250 ribu hektare. 

Artikel ini disadur dari Pemprov Lampung: Petani minati varietas Inpari 32 di musim tanam dua

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *