Pemprov Sumut antisipasi serangan hama agar tak ganggu produksi

Bisnis11 Dilihat

Sampai sejauh ini kami dapat mengendalikannya

Medan – otoritas Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus mengantisipasi serangan hama lalu penyakit flora pangan juga hortikultura agar bukan mengganggu produksi dalam wilayahnya.

"Sampai sejauh ini kami dapat mengendalikannya," ujar Kepala Lingkup Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan kemudian Hortikultura Sumatera Utara Muhammad Juwaini ke Medan, Jumat.

Juwaini melanjutkan pihaknya mengawasi hama serta penyakit lahan-lahan pertanian di dalam Sumut setiap hari melalui UPT Perlindungan Tanaman Pangan kemudian Hortikultura.

UPT tersebut, kata dia, akan segera memberikan rekomendasi terhadap kelompok tani di mana menemukan serangan hama serta penyakit supaya cepat diatasi.

"Nantinya pelaku pengamat hama lalu penyakit akan memberikan rekomendasi untuk kelompok tani mengenai cara pengendaliannya," tuturnya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang mampu memunculkan hama juga penyakit pada flora pangan dan juga hortikultura, salah satunya pembaharuan cuaca.

Hama, katanya, dapat dalam bentuk wereng, penggerek batang padi dan juga ganjur.

"Hama akan mengganggu fisiologi tumbuhan kemudian itu menciptakan produktivitasnya menurun. Kalau sudah ada begitu, rencana panen sanggup gagal," kata dia.

Juwaini mengatakan, sampai April 2024, panen padi ke Sumut masih sesuai rencana sehingga masih dapat memenuhi permintaan beras pada provinsi itu.

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan kemudian Hortikultura Sumut memperkirakan luas lahan panen pada Sumut pada Januari 2024 ada 68.587 hektare (menghasilkan 364.947 ton gabah kering giling/GKG), kemudian 96.689 hektare pada Februari 2024 (497.930 ton GKG), setelah itu 91.955 hektare Maret 2024 (469.166 ton GKG) dan juga 63.778 hektare pada April 2024 (314.388 ton GKG).

Secara keseluruhan, total beras yang dihasilkan dari panen yang dimaksud sekitar satu jt ton. Produksi itu menghasilkan Sumut surplus beras lebih banyak dari 339 ribu ton beras.

Terkait hama serta penyakit flora pangan juga hortikultura juga berubah menjadi perhatian penting dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Kementan pun rutin memberikan bantuan, termasuk, teknis, ke beberapa wilayah dalam Indonesia. Seperti pada awal Mei 2024, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan berubah-ubah instansi terkait membantu petani di dalam Daerah Karawang, Jawa Barat, pada aksi pengendalian organisme pengganggu flora (OPT) atau hama penggerek batang padi ke wilayah itu.
​​​​​
​​​​​​

 

Artikel ini disadur dari Pemprov Sumut antisipasi serangan hama agar tak ganggu produksi

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *